Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Kamis, 06 September 2018

Bullying di Lingkungan Anak

Matius 18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."

Tuhan tidak menghendaki seorang dari anak-anak hilang, salah satu bentuknya adalah tantangan bagi dunia sekolah yang diwarnai tindakan kekerasan. Negara melalui Undang-undang 23 tahun 2002 pasal 54 tentang perlindungan anak disebutkan bahwa anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilingdungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah, atau teman-teman di dalam sekolah yang bersangkutan atau lembaga pendidikan lainnya.

Banyak lingkungan sekolah tidak seramah harapan anak. Allan L Bean memberikan penjelasan tanda tanda anak yang menjadi korban bullying. Tanda itu adalah :
Sekolah dan Pekerjaan Sekolah
  • Kehadiran di sekolah (presensi) berubah.
  • Minat belajar berkurang.
  • Prestasi tiba-tiba menurun.
  • Prestasi yang tiba-tiba meningkat pesat.
  • Kesulitan konsentrasi di dalam kelas.
  • Saat istirahat, keluar kelas dengan lambat, dan masuk kelas dengan cepat.
  • Gagal belajar atau belajar tidak normal.
  • Malas mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
  • Keluar dari kegiatan ekstrakurikuler yang ia senangi.
Sosial
  • Menyendiri, atau mengisolasi diri.
  • Miskin atas kemampuan interpersonal.
  • Jarang memiliki teman. Tidak populer.
  • Tidak suka humor atau melontarkan humor yang tidak tepat.
  • Sering menjadi bulan-bulanan atau ledekan teman-temannya.
  • Menjadi bahan dorong-dorongan, tendang-tendangan, pukul-pukulan teman tanpa dapat melindungi diri sendiri.
  • Memiliki ciri-ciri berbeda yang membuat ia tersisih dari kelompok sebaya.
  • Bahasa tubuh korban bisa terlihat dari gelengan kepala, tatapan mata, dan ketidakmauan untuk bergabung dengan teman,
  • kerap minta ditemani orang dewasa saat makan siang atau waktu senggang lainnya.
  • Terus menerus bercanda, menganggu teman, tidak tahu kapan mesti berhenti,
  • Mendadak melakukan bullying terhadap teman lainnya.
Fisik
  • Sering sakit.
  • Sering mengeluh sakit kepala, sakit perut, dll.
  • Terdapat luka bekas cakaran, memar, baju kotor dan lusuh tanpa alasan jelas.
  • Tiba-tiba gagap berbicara.
  • Mengalami gangguan fisik.
  • Pola makan berubah.
  • Janggal, tidak biasa, tidak pandai berolahraga.
Emosional
  • Perilaku atau suasana hatinya berubah secara mendadak.
  • PAsif, kaku, pendiam, malu, cemburu, menarik diri.
  • Tidak percaya diri.
  • Terlalu sensitif, hati-hati, terlalu bergantung.
  • Khawatir, gugup, takut, merasa tidak aman.
  • Mudah dan sering menangis. Suasana hati mudah berubah.
  • Menyalahkan diri untuk masalah-masalah dan kesulitan yang dihadapi.
  • Terlalu hati-hati atas keselamatan diri, menghindar tempat tertentu di sekolah.
  • Berbicara tentang keinginan melarikan diri.
  • Berbicara tentang bunuh diri atau keinginan bunuh diri.
Dalam Alkitab, sejumlah kisah yang alami perlakukan bullying dimasa kanak-kanak. Contoh populer adalah Yefta. Hakim-hakim 11:3 Maka larilah Yefta dari saudara-saudaranya itu dan diam di tanah Tob; di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang yang pergi merampok bersama-sama dengan dia. Yefta sebagai anak korban bullying masa anak-anak, tumbuh menjadi perampok -- tetapi berjumpa dengan TUHAN Semesta Alam bertindak dalam kedaulatan-Nya mengurapi hidup Yefta.

Kita boleh berharap dan berdoa bagi mereka yang bertumbuh menjadi pembuat masalah -- sampah masyarakat berubah menjadi orang yang berguna bagi masyarakat dan mengalami perjumpaan dengan Mesias Juruselamat, namun tindakan pertolongan dini adalah bagian dari tanggungan jawab bersama. Seorang anak mendapatkan perhatikan serius, bahkan anak-anak adalah model orang yang empunya kerajaan Allah.

Matius 19:14 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga." Yesus menghargai anak-anak dan bersikap adil sehingga menolok menjauhkan anak-anak dengan berfokus kepada "orang dewasa".

Yesus adil dalam perhatian antara anak dan orang dewasa sehingga penghargaan Yesus terhadap anak-anak dirasakan oleh anak-anak dan anak-anak melihat sosok Yesus yang adil dalam berbagi perhatian dan kasih-Nya. Perhatian Yesus membuat-Nya akrab dengan anak -- otomatis mendengar keluhan dan menberi nasehat untuk anak-anak. Contoh teladan Yesus yang akrab dengan anak-anak adalah suatu teladan dan tindakan yang mendorong anak hidup dalam anti kekerasan.

A. M. Sirait, menyarankan beberapa hal yang harus dilakukan mencegah bullying dalam kapasitasnya sebagai Sekjen Komnas Perlindungan Anak. Tips itu adalah :
  • Bila anak melakukan kesalahan, beri saksi mendidik.
  • Beri teguran halus bila anak melakukan kekerasan.
  • Ajarkan empati sosial sejak dini pada anak.
  • Jadikan diri Anda (orang tua) tempat curhat yang menyenangkan bagi anak-anak.
  • Dampingi anak saat menonton televisi, mengigat banyak sekali tayangan yang memperlihatkan adegan kekerasan dan umpatan yang berisi kata-kata kasar.
  • Jadikan diri Anda contoh atau panutan yang baik bagi anak.
  • Buat aktivitas atau kegiatan menyenangkan saat di rumah.
  • Ajari anak cara mempertahankan dan melindungi diri.
  • Segera tanggapi ketika anak terlibat dalam kekerasan.
  • Laporkan kepada instansi terkait ketika anak menjadi korban bullying.
  • Upayakan penyelesainan secara kekeluargaan jika terjadi bullying.
Kekerasan identik dengan bullying adalah bentuk berlawanan dari damai sejahtera. Alkitab memberi nasehat untuk diam dalam damai sejahtera -- sebagai kunci menjawab aneka tindakan bullying, baik yang sukar dihadapi dan atau dapat dihindarkan.

Sejumlah nasehat Firman Allah agar kita diam dalam damai sejahtera Allah sekaligus ikut menjawab permasalah bullying antara lain :
  • Tanamankan bahwa rencana Allah memberikan damai sejahtera. Yeremia 29:11.
  • Tuhan adalah sumber damai sejahtera. Roma 15:13; Filipi 4:9
  • Hidup dalam kebenaran dan kejujuran . Yesaya 32:17 ; Mikha 2:6.
  • Hidup dalam kasih, kesetian dan keadilan . Mazmur 72:7; 85:11.
  • Hidup percaya. Yesaya 26:3; Roma 5:1.
  • Hidup perhatikan Perintah Tuhan. Yesaya 48:18.
  • Hidup lakukan Firman. Kisah Para Rasul 10:36.
  • Hidup kudus . Efesus 2:14
Bullying yang dihadapi anak adalah masalah di dunia saat ini yang nilai kasih berkurang. Firman Tuhan memberikankan alternatif penyelesaian masalah ini dengan hidup dalam damai sejahtera Allah yang penuh kasih dan pengampunan sebagai dasar untuk melangkah lebih lanjut menjadi berkat ditengah-tengah situasi anak-anak yang penuh kekerasan.

Peran serta mencegah bullying, meskipun tidak berarti -- dapat memberi dampak atau sekurang-kurangnya ada usaha ke arah sana sebab tindakan bullying dapat membuat sebuah generasi penerus hilang -- Bapa tidak ingin seorang anakpun hilang akibat kekerasan yang dapat menhasilkan siklus kekerasan.

Share this

Random Posts

Kontak

Pesan untuk admin dapat disampai lewat : ruach.haphazard393@passinbox.com

Label Mobile

biblika (79) budaya (47) dasar iman (88) Dogmatika (72) Hermeneutika (73) karakter (40) Lainnya (89) manajemen (65) pendidikan (58) Resensi buku (9) Sains (53) Sistimatika (71) sospol (63) spritualitas (88) tokoh alkitab (42) Video (9)