Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Minggu, 24 September 2017

Mengucap Bersyukur Senantiasa

1Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Seorang Pangeran bersama Patih kepercayaan Raja. Suatu ketika Pangeran ingin pergi berburu. Lalu sang ayah menugaskan seorang patih untuk menemani putranya. Mereka mulai berangkat, disepanjang perjalanan, ada saja kejadian yang membuat Pangeran marah kepada Patih. Seperti: kaki kuda patah sehingga ia terjatuh, kehabisan makanan, minuman. Lalu patih menemukan buah kelapa untuk bisa diminum airnya serta dimakan buahnya.

Puncaknya terjadi ketika gigi Pangeran patah ketika memakan buah kelapa. Tetapi Patih malah tertawa terbahak-bahak lalu berkata “bersyukurlah Pangeran, karena dibalik setiap kejadian ada kebaikan Tuhan”. Maka ia pun murka lalu membuang Patih kedalam sumur kering. Lalu pergi berburu ke hutan seorang diri.

Malang nasibnya saat berada di hutan. Ia ditangkap suku primitif. Setelah itu segera akan disembelih sebagai korban persembahan. Namun saat golok algojo nyaris menyentuh lehernya, ia meringis maka terlihatlah oleh algojo bahwa giginya ompong. Karena dianggap tidak layak untuk dipersembahkan, lalu dilepas. Pangeran mengungkapkan “ucapan syukur” serta merta teringat akan ucapan Patih “bersyukurlah Pangeran”. Langsung bergegas menolong Patih lalu berterimakasih. Sebaliknya Patih juga berterima kasih atas hukuman dari Pangeran. Sebab jika tidak, maka Patih akan jadi korban persembahan.

Dari kisah Pangeran dan Patih berburu dapat ditarik kesimpulan bahwa yang terjadi yang dianggap buruk dapat merupakan berkat yang terselubung

Teks Alkitab di atas memberikan petunjuk kepada kita untuk selalu mengucap syukur atas segala hal.
Wycliffe menyatakan bersyukur dalam segala hal. Semua situasi, termasuk ketika dalam penganiayaan atau masa-masa yang sulit. Itulah, sekalipun dalam bentuk tunggal, rupanya mencakup ketiga perintah dalam 5:16, 17, 18. Termasuk dalam kehendak Allah ialah sikap bersukacita senantiasa, berdoa tanpa berkeputusan, dan mengucap syukur tanpa batas, yang penting dan mungkin diwujudkan di dalam Kristus Yesus.
Sedangkan Matthew Henry berpendapat bahwa kita harus mengucap syukur dalam segala keadaan, bahkan dalam kesusahan atau dalam kemakmuran. Keadaan kita mungkin tidak pernah begitu buruk, tetapi bisa jadi lebih buruk. Kita diberi banyak kesempatan untuk menyampaikan keluhan kita dengan rendah hati kepada Allah, jadi kita tidak akan pernah bisa mempunyai alasan apa saja untuk mengeluhkan Allah, dan selalu mempunyai banyak alasan untuk memuji Dia dan mengucap syukur kepada-Nya. Rasul Paulus berkata, inilah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu, supaya kita mengucap syukur, sebab Allah sudah berdamai dengan kita di dalam Kristus Yesus. Di dalam Dia, oleh Dia, dan demi Dia, Allah mengizinkan kita bersukacita senantiasa, dan meminta kita untuk mengucap syukur dalam segala hal. Mengucap syukur adalah hal yang berkenan kepada Allah.

Para ahli psikologi modern mengatakan "Sikap bersyukur adalah emosi yang tersehat". Seorang pakar stress bernama Hans Seyle juga berkata, "Sikap bersyukur menghasilkan energi emosional lebih daripada sikap yang lain dalam hidup ini". Yang menarik adalah Anda selalu dapat memilih dalam setiap kejadian yang dihadapi apakah Anda akan mengeluh atau bersyukur. Sedangkan Robert Emmons dan Michael E McCullough menemukan korelasi antara bersyukur dengan kesejahteraan psikologis.

Manusia diperhadapkan untuk mengucap syukur atau mengeluh. Ada yang memiliki segala-galanya tetapi tidak puas bahkan mengeluh tetapi ada banyak masalah dan cobaan tetap tenang, tersenyum dan bersyukur.
Mengeluh terjadi karena kecewa bahwa kenyataan terjadi tidak sesuai harapan. Terlalu fokus pada keinginan. Kecenderungan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. kebiasaan mengeluh tidak akan membuat situasi menjadi lebih baik. Mengeluh malah akan menguras energi serta menciptakan perasaan negatif masuk dalam diri kita.

Riset Robert Emmons dan Michael E McCullough juga menemukan dampak positif bersyukur, diantaranya adalah :
  • Memiliki pandangan hidup yang lebih baik.
  • Perasaan positif dan lebih optimis.
  • Lebih sedikit keluhan fisik / lebih sehat.
  • Kecenderungan / lebih banyak memberi bantuan kepada orang lain.
Jauh sebelum ahli psikologi melakukan riset tentang hidup bersyukur, Alkitab memuat banyak sekali alasan untuk bersyukur serta dampak dampak yang ditimbulkan akibat bersyukur, diantaranya adalah:


A. Alasan bersyukur diantaranya :
  • Manusia diciptakan segambar dengan Allah, yang menjadikan manusia sebagai makhluk ciptaan yang tertinggi dan istimewa dari segala makhluk ciptaan Allah. ( Kejadian 1:27 ; Mazmur 8:6-7 ).
  • Manusia dilimpahi kasih karunia Allah yang sempurna ( 1 Tawarikh 16:34 ; Mazmur 106:1 ; Yohanes 3:16 ; 2 Korintus 9:15 ).
  • Tuhan Yesus telah mengalahkan dunia dan berkuasa atasnya ( Matius 28:18 ).
  • Roh kudus memberi kuasa kepada orang percaya ( Kisah Para Rasul 1:8 ).
  • Allah memberi kemampuan kepada kita untuk melawan kejahatan (Yesaya 40:32 ; Efesus 6:13).
  • Allah mempunyai maksud tersendiri bagi kehidupan kita dalam keadaan suka maupun duka (Yeremia 29:11).
  • Allah tidak pernah menimpakan sesuatu masalah diluar kemampuan manusia dalam menanggungnya ( Mazmur 46:2-4 ).
  • Allah memberi kekuatan kepada orang percaya menanggung segala perkara dan kesulitan ( Filipi 4:13 ; Mazmur 12:1-4 ).
  • Allah tidak pernah membiarkan orang beriman larut dalam suka dan duka tapi menjadikan pengalaman kita sedemikian rupa menjadi alat untuk mendatangkan kebaikan dan mendewasakan iman kita ( Roma 8:28 ; 1 Korintus 13:11 ; Kolose 4:12 ; Ibrani 5:14 ).
  • Allah mampu mereka-reka untuk kebaikan kita ditengah rencana yang jahat disekitar kita. ( Kejadian 50:20)
  • Tuhan Yesus menyertai orang percaya senantiasa hingga akhir zaman ( Matius 28:20 ).
B. Akibat dari bersyukur diantaranya:
  • Supaya segala hal negatif itu semakin cepat sirna/hilang dan menjadi pribadi yang positif ( Filipi 4:8 )
  • Kita menciptakan atmosfir/suasana yang kondusif untuk beriman dan firman bekerja.(Kolose 2:7)
  • Kita bisa melihat Tuhan di tengah persoalan hidup dan Allah tidak berdiam diri. (Roma 8:28)
  • Semakin dewasa dalam iman (Kolose 2:6)
  • Menjadi pribadi yang memberkati dalam setiap ucapan kita (Ibrani 13:15) dan
  • Menjadi benteng perlindungan yang kuat untuk menghadapai: 
    • Iri hati. 
    • Keserakahan 
    • Kesombongan. 
    • Persaingan yang tidak sehat.
  • Manfaat bersyukur terhadap jasmani  
    • Menurunkan tingkat stress 
    • Melancarakan tekanan darah 
    • Membantu pemulihan setelah operasi 
    • Gaya hidup menjadi positif 
    • Menurunkan tingkat depresi 
    • Memperpanjang umur
Mengucap syukur menyadarkan kita bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Mengucap syukur membuat kita rela menerima setiap keadaan untuk membuat kita lebih dewasa.  Mengucap syukur akan menghasilkan pengampunan dan akan membuat kita memandang orang yang menyiksa kita dan melukai atau mengkhianati kita dengan belas kasih kristus. Dengan mengucap syukur Roh Kudus akan mengubah kita menjadi jiwa yang lebih lembut dan mengampuni. Dengan mengucap syukur Allah menjadikan kita saluran berkat-Nya bagi sekitar kita dan kita pun berbuah dengan menghasilkan yang baik.

Bersyukur mulai dengan memperkatakan ucapan terimakasih kepada Tuhan ata segala hal yang terjadi. Dengan melangkah dengan iman maka ucapan syukur kita akan berdampak bagi diri sendiri dan orang lain.

Kiranya TUHAN menolong untuk bersyukur dalam segala hal sesuai dengan teks Alkitab di atas yang merupakan kerinduan Tuhan.

Share this

Random Posts

Kontak

Pesan untuk admin dapat disampai lewat : ruach.haphazard393@passinbox.com

Label Mobile

biblika (79) budaya (47) dasar iman (88) Dogmatika (72) Hermeneutika (73) karakter (40) Lainnya (89) manajemen (65) pendidikan (58) Resensi buku (9) Sains (53) Sistimatika (71) sospol (63) spritualitas (88) tokoh alkitab (42) Video (9)