-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sara Melahirkan Ishak Bagi Abraham

Sabtu, 06 Oktober 2018 | Oktober 06, 2018 WIB | 0 Views Last Updated 2023-07-02T20:40:15Z
Kejadian 21:2 Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.

Kelahiran bayi yang dikandung dari Sara, istri Abraham adalah sebuah berita besar bagi keluarga Abraham yang telah menantikan kelahiran anak sejak masuk mereka masuk dalam pernikahan di tanah Ur.Kelahiran Ishak saat Abraham berusia 100 tahun adalah waktu yang ditetapkan Tuhan kepada Abraham setelah tahun sebelumnya untuk sekian kalinya Tuhan menampakkan diri dan menyatakan “Akulah Allah Yang Mahakuasa” (Kejadian 17:1) dalam bahasa Ibrani: ‘ānî ‘ēl šadday. Dia yang berjanji adalah Maha Kuasa yang dapat melakukan yang mustahil bagi manusia.

Hal yang menarik adalah "TUHAN memberikan sesuai dengan waktu yang ditetapkan". Kapankah waktu itu dinyatakan? Satu tahun setalah melakukan perjanjian sunat. Dalam janji Tuhan yang terakhir, Abraham melakukan sunat dan disebut tanda sunat, sehingga Ishak lahir saat Abraham telah disunat dalam ikatan perjanjian Sunat.Perjanjian Sunat diberikan sebagai tanda ketidakberdayaan dalam budaya Mesir yang telah didatanginya dilakukan oleh Abram dan bagi Tuhan tanda itu adalah pijakan yang kuat untuk melakukan tanda keajaiban dengan menjadikan yang paling kecil menjadi bangsa yang besar sebagaimana janji Tuhan kepada Abram. Janji Tuhan saat pengikatan perjanjian Sunat adalah : {Kej 17:4-6}

Sekalipun pada mulanya Sara tidak percaya terhadap janji Tuhan bahwa ia akan mengandung dan melahirkan keturunan sebagai anak perjanjian Allah terhadap Abraham, Tuhan setia dan menepati janji-Nya. Sekalipun dalam perjalan hidup beriman kepada Tuhan mengalami pasang-surut, Tuhan tetap memperhatikan sebab perjanjian dengan Tuhan bukanlah perjanjian dimana posisi Abraham setara dengan Allah melainkan Abraham dalam posisi tidak berdaya melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhan, yakni memiliki keturunan anak perjanjian dari rahim Sara.

Abraham memberikannya nama Jizchak (atau Ishak), dan disunat pada hari kedelapan. Nama untuk anak yang dijanjikan telah dipilih oleh Allah, sehubungan dengan tertawa Abraham ( Kejadian 17:17 7 Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak? dan Kejadian 17:19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya), untuk menunjukkan sifat kelahirannya dan eksistensi.

Karena sama seperti tertawa itu muncul dari kontras antara ide dan realitas, maka melalui keajaiban kasih karunia kelahiran Ishak memberikan efek terhadap kontras antara janji Allah dan janji pemenuhan pada satu sisi, dan ketidakmampuan Abraham dan Sarah, di sisi lain; dan melalui nama ini, Ishak ditetapkan sebagai buah dari kasih karunia mahakuasa bekerja melawan dan di atas kekuatan alam. Sarah juga, yang sebelumnya tertawa dengan ketidakpercayaan pada janji ilahi ( Kejadian 18:12 ), ditemukan alasan dalam kelahiran sekarang dicapai dari anak yang dijanjikan untuk tertawa dengan takjub gembira; sehingga ia berseru, dengan sindiran jelas bagi nama-Nya.

Sara berpendapat setiap orang yang mendengarnya akan tertawa pada saya" (yaitu, akan bersukacitalah dengan aku, dengan takjub pada berkat Allah yang telah datang kepada saya bahkan di usia tua saya), dan memberikan pas mengungkapkan kegembiraan hati ( Kejadian 21:07 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu ).

Matthew Henry Concise Commentary menyatakan Ishak dalam bayang-bayang Kristus, Sebagai Benih dari Allah yang Suci begitu lama dijanjikan, dan orang suci (dan atau dijanjikan) begitu lama diharapkan. Ia dilahirkan menurut janji, pada waktu yang Allah telah berbicara (dan tetapkan). Kemurahan yang dijanjikan Allah pasti akan datang pada saat yang Dia menetapkan, dan itu adalah waktu yang terbaik. Ishak berarti tawa, dan ada alasan yang baik untuk nama, Kejadian.17:17; 18:13. Ketika Matahari kenyamanan telah bangkit pada jiwa, itu baik untuk mengingat bagaimana menyambut fajar hari itu.

Ketika Sarah menerima janji, dia tertawa dengan ketidakpercayaan dan keraguan. Ketika Tuhan memberikan kita kemurahan kami mulai putus asa, kita harus ingat dengan kesedihan dan malu atas ketidakpercayaan kita yang berdosa terhadap kekuasaan dan janji. Rahmat ini diisi Sarah dengan sukacita dan heran. Di usia Sara yang telah mencapai 90 tahun dan mati haid, mukjizat itu terjadi.

Hari ini, ada mukjizat Tuhan juga bagi orang-orang percaya yang memegang dan menantikan janji Tuhan dengan sabar sampai akhir. Dapat disimpulkan bahwa kelahiran Ishak adalah bayang-banyang Yesus Mesias yang ditunggu-tunggu dalam penantian yang cukup lama. Kelahiran Ishak adalah bayang-bayang Yesus Mesias yang kelahirannya ditandai keajaiban ~ hanya karena kehendak DIA menepati janji-NYA maka hadirlah mereka dalam sejarah kehidupan manusia. Kelahiran Ishak adalah bayang bayang Yesus Mesias bahwa kedatangannya di dunia, menhadirkan sukacita bagi yang menanti-nantikan pengenapan waktu Tuhan.

Kelahiran Ishak menandakan bahwa waktu Tuhan untuk mengenapi janji-Nya adalah dalam kedaulatan-Nya dan Abraham yang menerima perjanjian harus menerima waktu TUHAN mengenapi janji-Nya. Waktu pengenapan janji TUHAN adalah waktu yang tidak dapat dibantah bahwa penerima janji TUHAN sudah tidak berdaya meraih janji tersebut dengan kekuatannya sendiri.

Janji Tuhan hanya dapat dipenuhi dan dilaksanakan oleh TUHAN dengan cara dan waktu TUHAN. Tergenapinya sesuatu janji TUHAN hanya karena anugerah saja ~ Tuhan ALLAH mengigat perjanjian-Nya dan melaksanakan-Nya. Dalam anugerah-Nya, setiap janji TUHAN dapat terlaksana karena TUHAN menyertai dan menepati janji-Nya.

Sebagaimana Sara dan Abraham bersukacita saat mendapatkan janji-Nya yang menganyutkan aib mandul yang dideritanya, Hal yang sama DIA berikan kepada kita bahwa Dia akan membawa kita masuk dalam kegembiraan yang tidak dapat dilukiskan dan digambarkan dengan ucapan. Dia memberi sangat sempurna, ajaib dan tidak diselami. Yudas 1:24 Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya

×
Berita Terbaru Update