Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Rabu, 28 April 2021

Menjadi Seperti Kristus

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Roma 8:29

Menurut studi, wajah anak akan lebih mirip ayah. Hal itu dijelaskan misalnya dalam buku berjudul Before the Dawn: Recovering the Lost History of Our Ancenstors oleh Nicholas Wade (2006) mengungkapkan jika wajah anak yang mirip sang ayah atau laman vancouversun.com seperti yang dijelaskan oleh situs fimale.com.

Sebagaimana seorang anak seperti seorang ayahnya... maka hal itu terjadi dalam gambaran kehidupan orang percaya yang dikenal dengan istilah "Imitatio Christi" yaitu seperti / serupa dengan Kristus. Bahwa nats di atas menegaskan bahwa semua orang yang dipilih yaitu orang percaya kepada Yesus ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambaran Kristus Yesus. TUHAN akan memproses dan membentuk agar serupa dengan Kristus sebab terjadinya perubahan oleh pembaharuan budi, sehingga dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Perubahan tersebut dari perubahan dari keserupaan dengan dunia menjadi keserupaan dengan Yesus Kristus. (Roma 12:2)

Untuk menjadi seperti Kristus maka langkah awal adalah dikuburkan bersama-sama dengan Kristus oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. (Roma 6:4). Orang yang menerima baptisan adalah orang yang dipilih dan ditentukan serupa dengan Yesus sebab kepadanya ditentukan menerima kebangkitan kekal dan masuk dalam kemuliaan Bapa di surga yang kekal.

Baptisan berfungsi sebagai tanda pertobatan sehingga tanda menerima pengampunan dosa, kelahiran kembali, kelepasan dari cengkraman iblis dan keselamatan kekal menuntun suatu kehidupan yang yang berada di dalam Yesus Kristus. Kehidupan di dalam Yesus adalah kehidupan yang diproses untuk hidup seperti Yesus. ( 1 Yohanes 2:6 ) Untuk seperti Yesus hidup maka Yesus membaptis umat pilihan-Nya dengan Roh Kudus agar dapat berjalan dalam kuasa Allah dan menghasilkan buah roh bukan kedagingan.

Pertobatan dan kelahiran baru tidak menjadikan hidup kita tidak melakukan dosa seperti Yesus Kristus yang sempurna ( tidak berdosa ) sekalipun dipanggil untuk jadi sempurna dalam kasih karunia dan kekudusan. Kita sempurna karena adanya kasih karunia Allah sebab Alkitab tertulis; "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." Yohanes 1:8-9

Manusia karena dosa maka kehilangan citranya sebagai gambar dan rupa Allah (Imago Dei) seperti pada mulanya manusia diciptakan. (Kejadian 1:26). Gambar dan rupa Allah yang telah rusak menjadikan keturunan Adam dikatakan sebagai gambar dan rupa Adam (Kejadian 5:3). Gambar dan rupa Allah dipulihkan dengan hadirnya Kristus sebab DIA adalah Allah yang mengenakan daging serupa dengan manusia yang memulihkan gambar dan rupa Allah menjadi seperti Kristus Yesus yang adalah Firman yang berinkarnasi menjadi manusia. Kristus yang menebus dosa dan dipanggil, dibenarkan, dimuliakan serta dijadikan umat-Nya ciptaan baru.

Menjadi seperti / serupa dengan Kristus Yesus bukanlah berlaku bagi semua orang kecuali orang pilihan-Nya saja. Hal-hal yang menjadikan tidak seperti Yesus diantaranya:
  1. Hidup menurut keinginannya sendiri yang telah jatuh ke dalam kedagingan
  2. Hidup tidak atau belum atau tidak mau mengenal TUHAN
Jika kita mengaku sebagai orang Kristen yang berarti pengikut Kristus maka sudah selayaknya belajar untuk hidup meneladani Kristus dengan berdoa kepada-Nya agar Tuhan membuat kita mengalami Allah Bapa (kepada siapa kita berdoa), Putra (melalui-Nya kita berdoa), Roh (Penolong kita berdoa) secara nyata. Meneladani Kristus bukan dengan kekuatan kita tetapi memohon kekuatan dari-Nya sehingga melalui kita, TUHAN bekerja dan menyatakan diri-Nya.

Serupa / seperti Yesus Kristus bukan hasil kehidupan pasif dalam TUHAN, melainkan hidup yang aktif berserah diri kepada TUHAN seperti yang dikatakan dalam Roma 12:1 yang tertulis: "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." Hal ini menunjuk kepada anugerah dan kemurahan Allah ditawarkan secara cuma-cuma dan orang-orang percaya harus hidup kudus sebagai tanda syukur, bukan untuk suatu prestasi.

Manusia diperhadapkan untuk mempersembahkan dirinya kepada TUHAN atau kepada setan sehingga Roma memberikan usulan untuk mempersembahkan tubuh kita kepada TUHAN yang dikenal dalam Kristus Yesus Kristus sebab DIA telah menyerahkan diriNya hanya untuk kepentingan kita yaitu jadi juruselamat sesuai kehendak dan rencana Bapa, bahkan sampai mati di kayu salib, para pengikutNya harus juga melakukan kehidupan yang tidak mementingkan diri sendiri sama seperti Dia.

Agar dapat berserah kepada Tuhan, maka langkah yang harus diambil adalah mengikuti nasihat Yohanes Pembaptis; 'Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. Yohanes 33:30". Jika kehidupan berpusatkan kepada Kristus Yesus maka hidap dapat berserah sepenuhnya kepada Tuhan bukan kepada egoisme.

Yesus menjalani hidup yang kudus, tanpa dosa dan cela. Yesus memberikan kemerdekaan dari dosa sebab itu kita sudah mati bagi dosa (Roma 6:11) Firman Tuhan dan Roh Kudus membimbing hidup yang kudus dan benar sehingga bertumbuh semakin menyerupai Yesus sebagai buah dari kemerdekaan. Dampak kemerdekaan adalah:
  • Roma 6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
  • Roma 8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.
Yesus sumber kebenaran yang membenarkan orang pilihanNya sebab dibenarkan oleh kasih karunia memberikan pengharapan dari perbudakan kebinasaan dosa menjadi hidup dalam kemuliaan.

Yesus adalah kebenaran maka umat-Nya dijaga dan dilindungi dari penyesatan yang terjadi di dunia dan dituntun untuk berbuat yang benar. Tuhan telah memberikan Firman-Nya secara tertulis, yaitu Alkitab agar mengetahui kebenaran. Firman-Nya harus dipercayai sebagai pedoman hidup di tengah-tengah maraknya kesesatan yang ditawarkan oleh si penyesat yaitu iblis... bapa pendusta. (Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; 1 Yohanes 3:7)

Seperti / serupa dengan Kristus Yesus adalah panggilan hidup sebagai jemaat Kristus agar menjadi kudus dan tidak bercela karena IA menjadikan demikian karena penebusan Kristus yang sempurna. (Efesus 5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.) Ketika berbicara mengenai hidup kudus, kita memiliki bantuan ilahi. yaitu: Firman TUHAN (Mazmur 119:11), perantaraan Kristus (Roma 8:34; Ibrani 7:25), dan Roh Kudus yang berdiam di dalam kita (Roma 8:4; Galatia 5:16)!

Menjadi serupa seperti Kristus adalah proses perjalanan iman dimana kita bertumbuh menuju kedewasaan rohani. Hal itu adalah sesuatu yang alamiah. Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. (1 Korintus 13:11) Dengan menganalogikan kehidupan rohani kekeristenan menjadi rohani kanak-kanak dan rohani dewasa maka percayalah bahwa TUHAN berkuasa menjadikan kita dewasa secara rohani... tetapi manusia perlu tetap melekat dengan Pribadi yang hebat, kuat dan dahsyat Yaitu TUHAN sendiri. Maksimalkan karunia yang Tuhan anugerahkan dan terus membangun juga bertumbuh dari karakter yang tidak sempurna dalam diri kita bersamaNya.

Serupa seperti Yesus Kristus adalah ketentuan dari semula dimana Yesus sebagai yang sulung di sini berarti seorang yang memiliki kedudukan atau pangkat paling tinggi. Bahwa Kristus adalah yang terutama atau yang tertinggi kedudukan-Nya dijelaskan oleh rasul Paulus di dalam Kolose 1:18, "Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dari segala sesuatu." Ia memimpin di tengah banyak saudara - yaitu mereka yang menerima kelimpahan kasih karunia dan karunia. yakni kebenaran (Roma 5:17). Kedudukan Kristus selaku yang sulung menunjukkan bahwa Dia adalah pemimpin yang dimuliakan dari umat manusia yang baru - sebagai Adam kedua (Roma 5:12-21; I Korintus. 15:22).

Sebagaimana Yesus Kristus dipermuliakan... maka kita yang serupa seperti Kristus Yesus akan mendapatkan kemuliaan dari TUHAN. (2 Korintus 3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. Firman TUHAN memberikan petunjuknya, yaitu berusahalah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya karena kasih karunia-Nya. (Filipi 3:10)


Tulisan lainnya:
Yang Berharga Berdasarkan 2 Petrus
Latihan Rohani Menuju Kesalehan
Mengenal Tuhan
Anugerah Tuhan Bagi Manusia
YESUS, Roti Hidup Dari Surga


Share this

Random Posts

Kontak

Pesan untuk admin dapat disampai lewat : ruach.haphazard393@passinbox.com

Label Mobile

biblika (79) budaya (47) dasar iman (88) Dogmatika (72) Hermeneutika (73) karakter (40) Lainnya (89) manajemen (65) pendidikan (58) Resensi buku (9) Sains (53) Sistimatika (71) sospol (63) spritualitas (88) tokoh alkitab (42) Video (9)