Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Minggu, 26 Maret 2017

Pengantar Komunikasi Yang Bermakna Dalam Pernikahan

Pengertian Komunikasi : Proses “sharing” diri secara verbal maupun non verbal yang dilakukan dengan baik sehingga pasangan dapat menerima dan mengerti apa yang anda “sharingkan kepadanya. Bentuknya suami dengan istri atau suami, istri dan masing-masing anak.

Kiat membangun komunikasi bermakna: Unsur unsur yang terlibat dalam komunikasi :
  • Aspek rohani. Dimensi rohani sebagai dasar dimensi lainnya.
  1. Keduanya telah beriman kepada Yesus.
  2. Keduanya bertumbuh secara rohani (nampak dalam kerinduan untuk berdoa, merenungkan dan mempelajari Firman Tuhan dan beribadah) Dan dipenuhi oleh Roh Kudus.
  • Aspek jiwa. Aspek pikiran, perasaan dan kemauan.
  1. Pikiran. Bagaimana keduanya menyatukan pikiran : pendapat, pemahaman / persepsi / planning/ pendidikan dsb
  2. Perasaan : Penerimaan / penghargaan / kenikmatan / cara mengungkapan perasaan / Adakah ketakutan ketakutan tentang pernikahan?
  3. Kemauan: – Setiap individu berbeda gaya dalam mengungkapkan kemauan / kebutuhan. / – berusaha untuk memahami kemauan pasangan / – mencari pola yang tepat untuk mengungkapkan kemauan / -hindari egoisme dan berusaha memenuhi kebutuhan pasangan.
  • Aspek Fisik.
  1. Pertahankan dan tumbuhkembangkan hubungan seks positif
  2. Hindari hal-hal yang menganggu :(berdiam diri, curiga, marah, sakit hati, salah mengerti, takut, perasaan bersalah dll)
  3. Pahami perbedaan psikofisiologis. Perbedaan fisik dan psikis yang saling mempengaruhi : (kecenderungan pada umumnya adalah ) – Suami lebih bersifat pelaku. Seharusnya suami pengambil inisiatif, istri lebih bersifat menunggu, / – Suami cenderung pengambil resiko atau kesempatan memikul tanggungjawab, sedangkan istri mendapatkan pemenuhan diri dengan cara menjadi sesuatu, /-suami selalu berpikir dengan logika (otak) sedangkan istri dengan perasaan (hati), / – Suami cenderung berurusan dengan dunia luar, pekerjaan dll, / – Suami sering tidak peka dengan kebutuhan istri, /- Suami atau pria sebagai pengamat wanita, sedangkan wanita bukan sebagai penonton pria.
  4. Perbedaan Psikoseksual. /Orientasi. Suami lebih berorientasi pada aspek fisik: kesatuan fisik, sex menjadi prioritas utama, sedangkan istri lebih berorientasi pada aspek emosi, keamanan, holistik dan seks salah satu prioritas, /-Stimulus & rangsangan. Suami terangsang melalui mata dan wangi-wangian dan tubuh, sedangkan istri : sikap, kata-kata, jamahan dan kepribadian, /-Kebutuhan. Suami membutuhkan penghargaan, respek dan dikagumi sedangkan istri : pengertian, kasih dan keamanan, / –Kenikmatan. Puncak kenikmatan suamiditandai dengan orgasme, sedangkan istri tanpa orgasme pun dapat sudah puas.
  5. Pola Komunikasi. (kecenderungan) / Suami bila berkomunikasi, mempertimbangkan dahulu masalah yang ada dengan sangat hati-hati. Mereka akan mendiamkan dan mengamati apakah masalah itu akan terselesaikan dengan sendirinya. Dalam proses ini kadang-kadang suami tidak perlu berbicara, bila cara ini berhasil, ia akan tenang tapi bila tidak ia akan mengungkapkan dengan bentuk marah, /-Suami cenderung berkomunikasi dengan tujuan memecahkan sesuatu masalah serasional munkin, berbeda dengan istri yang lebih mengutamakan hati, /-Suami pada umumnya lebih bersifat nonverbal, beda dengan istri kecenderungan verbal.

Semoga Tuhan Berkati keluarga kita



Tulisan lainnya:
Pengantar Pernikahan
Perceraian Menurut Alkitab
Suami Istri Yang Kesepian
Hidup Melajang
Meminimalkan Risiko Selingkuh
Pengaruh Media Sosial Terhadap Pernikahan



Share this

Random Posts

Kontak

Pesan untuk admin dapat disampai lewat : ruach.haphazard393@passinbox.com

Label Mobile

biblika (79) budaya (47) dasar iman (88) Dogmatika (72) Hermeneutika (73) karakter (40) Lainnya (89) manajemen (65) pendidikan (58) Resensi buku (9) Sains (53) Sistimatika (71) sospol (63) spritualitas (88) tokoh alkitab (42) Video (9)