Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Minggu, 19 April 2020

Meminimalkan Risiko Selingkuh

Selingkuh menurut Wikipedia adalah istilah yang umum digunakan terkait perbuatan atau aktivitas yang tidak jujur dan menyeleweng terhadap pasangannya, baik pacar, suami, atau istri. Istilah ini umumnya digunakan sebagai sesuatu yang melanggar kesepakatan atas kesetiaan hubungan seseorang.

Perselingkuhan merupakan pelanggaran terhadap eksluivitas hubungan seks antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang telah menikah. Perselingkuhan terjadi tidak hanya ketika seorang suami atau istri melakukan hubungan seks dengan seseorang yang bukan pasangannya, tetapi juga dapat terjadi secara emosional pada saat seorang suami atau isteri mengkangeni orang lain yang bukan pasangaannya.

Paul Gunadi berpandangan bahwa selingkuh memiliki beberapa pengertian, yaitu:
  • Secara psikologis masalah selingkuh adalah masalah kurangnya penguasaan diri.
  • Secara moral, masalah selingkuh adalah masalah kurangnya kesetiaan.
  • Secara rohani, masalah selingkuh adalah masalah ketidaktaatan kepada Tuhan.
Pesan Alkitab

Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. Maleakhi 2:14

Tuhan menegur orang Israel melalui nabi Maleakhi tentang lembaga perkawinan yang mengalami masalah karena tidak setianya pasangan yang telah mengikat perjanjian perkawinan dimana TUHAN menjadi saksi. Ketidak-setiaan terhadap pasangan banyak penyebabnya dan salah satu adanya perselingkuhan dengan yang bukan pasangan hidupnya.

Pendapat Ahli

Ketidaksetiaan merupakan area abu-abu karena setiap orang memiliki batasan masing-masing dan gambaran ideal bagaimana sebuah hubungan romantis berjalan. Dana Weiser, Ph.D menyatakan ketidaksetiaan adalah kerahasiaan, penipuan, dan mengabaikan pasangan. Ketidaksetiaan dalam pernikahan atau hubungan mengarah kepada perselingkuhan. Esther Perel, Ph.D., dalam bukunya berjudul State of Affairs: Rethinking Infidelity menyatakan Perselingkuhan biasanya melibatkan sekurang-kurangnya salah satu dari tiga unsur berikut: kerahasiaan, keterlibatan emosi, dan ketertarikan seksual.

Tidak terbuka telah mengabaikan pasangan dan jika tidak jujur kepada pasangan adalah bentuk penipuan terhadap pasangan dan sudah termasuk tidak setia apalagi jika tertarik kepada pribadi lain di luar pasangannya maka sudah selingkuh. Tuhan melalui Maleakhi mengecam ketidaksetiaan apalagi jika selingkuh.

Menurut Debbie Layton-Tholl perselingkuhan dalam pernikahan dapat terjadi karena alasan:
  1. Merasakan ketidakpuasan dalam kehidupan perkawinan
  2. Adanya kekosongan emosional dalam kehidupan pasangan tersebut
  3. Problem pribadi di masa lalu
  4. Kebutuhan untuk mencari variasi dalam kehidupan seksual
  5. Sulit untuk menolak “godaan”
  6. Marah terhadap pasangan
  7. Tidak lagi bisa mencintai pasangan
  8. Kecanduan alkohol atau pun obat-obatan
  9. Seringnya hidup berpisah lokasi
  10. Dorongan untuk membuat pasangan menjadi cemburu
Sedangkan faktor penyebab selingkuh yaitu antara lain:
  1. Faktor Internal
    1. Konflik perkawinan yang tidak kunjung selesai dengan perbedaan seperti: latar belakang pendidikan, perkembangan kepribadian, subkultur, serta pola hidup, yang menyebabkan ketidakserasian relasi antarpasangan.
    2. Kekecewaan oleh berbagai macam sebab seperti sifat yang berbeda, cara berkomunikasi yang kurang terasa pas
    3. Ketidakpuasan seksual seperti: disfungsi seksual atau penyimpangan perilaku seksual lainnya.
    4. Masalah keuangan.
    5. Persaingan antar pasangan seperti karier dan perolehan penghasilan.
  2. Faktor External
    1. Lingkungan pergaulan yang mendorong mengambil keputusan mencoba menjalin hubungan perselingkuhan termasuk melepaskan dari anggapan suami takut istri di kalangan teman-teman dll.
    2. Kedekatan dengan teman lain jenis ditempat kerja yang berawal dari saling mencurahkan kesusahan dan kekecewaan dalam rumah tangga. Dari curhat, terjalin kedekatan emosional yang berlanjut dengan kontak fisik intim.
    3. Godaan erotis-seksual dari berbagai pihak, rekan kerja dan teman dengan motif tertentu
Data terbaru tentang selingkuh dikeluarkan oleh State University of New York, Amerika Serikat. State University of New York menemukan bahwa gen reseptor dopamin, bernama DRD4, memiliki peran dalam perselingkuhan. Para peneliti tersebut menjelaskan, setiap manusia memiliki perilaku seksual yang bervariasi. Walau mereka tidak mengetahui peran faktor genetik dalam perilaku seksual seseorang, penemuan ini mendapati bahwa DRD4 ternyata dimiliki oleh para responden yang tidak setia dengan pasangan. Sekitar 181 reponden menerima pertanyaan tentang hubungan mereka dengan pasangan dan perilaku seksual masing-masing. Setidaknya, 77% dari responden, mengaku pernah melakukan hubungan intim. Para peneliti kemudian menemukan, 50% dari responden dengan gen 7R+ (variasi genetik DRD4), ternyata tidak setia terhadap pasangannya. Sementara itu, hanya 22% dari para responden tanpa gen tersebut, yang tidak setia. Dampak 7R+ pada pria dan wanita, tidaklah berbeda. Apakah faktor genetik turut berperan orang melakukan selingkuh?

Usulan meminimalkan resiko selingkuh

Selingkuh dijadikan nihil sesuatu yang tidak mungkin. Meminimalkan selingkuh jika dapat dilakukan sudah bagus. Dengan banyak waktu dihabiskan di luar rumah, seperti kerja memperbesar kemungkinan terjadi "cinta lokasi" di tempat kerja bahkan berdiam di rumah bersama pasangan sekalipun masih dapat melakukan microcheating melalui telepon seluler terlebih lebih banyak aplikasi yang mendukung seperti aplikasi Nude atau Gymnos pada Play Store. micro cheating baru populer belakangan ini adalah perkembangan dari emotional affair. Lihat: Pengaruh Media Sosial Terhadap Pernikahan

Karena perselingkuhan dapat diwariskan secara genetika maka asal usul keluarga perlu diperhatikan, jika memang hasrat menikah tinggi perlu pelepasan dari kutuk perselingkuhan. Doa peperangan rohani diperlukan untuk mematahkan kebiasaan selingkuh yang diwariskan dari leluhurnya. Tuhan lebih besar dari genetika DRD4

Saran secara umum untuk memperkecil kemungkinan selingkuh diantaranya: "Tidak ada manusia yang sempurna itu harus ditanamkan dalam hidup ini sehingga siapa saja yang jadi pasangan hidup akan ada kekurangannya. Tingkatkan komunikasi secara terbuka, jangan marah tanpa alasan jelas dan saling mengerti pasangan Anda sambil mengendalikan diri dan hidup dalam batas batas sehingga tidak membuka celah selingkuh. Buat rencana untuk berdua dengan pasangan, jika sudah menikah jangan lupa hubungan suami isteri misalnya seminggu sekali dan hormati pasangan Anda."

Sebagai umat pilihan Tuhan, ada sejumlah hal yang dapat dilakukan untuk meminimalkan perselingkuhan, misalnya:
  • Mengadakan mezbah keluarga dimana diadakan ibadah keluarga yang didalamnya ada pujian, pembacaan firman Tuhan dan doa bersama sama sekeluarga
  • Berpuasa dalam waktu tertentu karena setan sebar menunggu kesempatan menyerang keharmonisan keluarga maka terkadang perlu puasa agar keluarga tetap harmonis
  • Bersekutu dengan teman seiman beribadah bersama-sama
Kena kasih yang saling mengampuni sebab kasih tanda kita adalah murid Yesus.

Jika anggota keluarga telah selingkuh

Ketidaksetiaan dan perselingkuhan melukai pasangan kita dan orang normal tidak mau diselingkuhi. Perselingkuhan berujung kepada dua pilihan yang biasa diambil dalam pernikahan, yaitu:
  1. Berakhirnya suatu hubungan pernikahan / bercerai.
  2. Memberikan pengampunan / maaf atas pasangan yang berselingkung dan tetap mempertahankan perjanjian perkawinan
Jika dapat dianjurkan mempertahankan perkawinan disertai pertobatan terlebih-lebih jika mengigat Matius 19:6 menyatakan bahwa apa yang telah dipersatukan oleh Allah, tidak boleh dipisahkan manusia.

Budhi Marpaung menyarankan saat tahu pasangan selingkuh beri pengampunan dan lakukan langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk memenangkan hati pasangan Anda, yakni dengan memberikan perhatian-perhatian kecil kepadanya seperti menyiapkan makanan maupun minuman sebelum ia pergi beraktivitas. Mungkin pada awalnya, ia acuh tak acuh dengan tindakan yang Anda lakukan. Namun, saat Anda terus setia menaburkan hal yang baik kepadanya, hatinya suatu saat pasti terpaut juga kepada Anda.
Yakinlah, tidak ada hubungan buruk yang tidak bisa dipulihkan dan diperbaharui. Saat Anda memutuskan mempertahankan hubungan buruk Anda, dan menaruhkan pengharapan dan pertolongan kepada Tuhan, jalan keluar untuk persoalan yang Anda hadapi pasti Anda temukan. Bukan itu saja, kebahagiaan yang awalnya Anda cari di dalam kehidupan keluarga Anda, pada akhirnya pun Anda dapati. Lihat: Hal Perceraian Kata Alkitab

Saran praktis lainnya

Pertobatan adalah seruan yang harus dimohonkan kepada TUHAN. Bertobat meninggalkan selingkuh termasuk semua kebiasaan buruk ini (stop berzinah) dan mulai hidup kudus. Hal ini juga berarti membuang semua gambar-gambar cabul termasuk majalah, komik maupun buku-buku cabul yang Anda miliki. Buang semua video pornografi yang Anda miliki dan berhenti total untuk menonton film-film cabul di internet dengan memasukkan program yang bertujuan memblokir akses Anda untuk masuk dalam website yang menayangkan film-film cabul tersebut.


Premium WordPress Apps

Tulisan lainnya:
Pengaruh Media Sosial Terhadap Pernikahan
Zaman Nabi Nuh Tiba Kembali
Zina Dan Kehidupan Kristen
Hal Perceraian Kata Alkitab
Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan
Hal Perceraian Kata Alkitab


Share this

Random Posts

Kontak

Pesan untuk admin dapat disampai lewat : ruach.haphazard393@passinbox.com

Label Mobile

biblika (79) budaya (47) dasar iman (88) Dogmatika (72) Hermeneutika (73) karakter (40) Lainnya (89) manajemen (65) pendidikan (58) Resensi buku (9) Sains (53) Sistimatika (71) sospol (63) spritualitas (88) tokoh alkitab (42) Video (9)