Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Jumat, 12 Juli 2019

Kebahagiaan Yang Sehat, Berkelanjutan Dan Kekal

Bahagia berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah:
  1. Keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan): -- dunia akhirat; hidup penuh --;
  2. Beruntung; berbahagia: saya betul-betul merasa -- karena dapat berada kembali di tengah-tengah keluarga;
Sedangkan kebahagiaan artinya adalah kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin); keberuntungan; kemujuran yang bersifat lahir batin: kehadiran bayi itu mendatangkan - dalam rumah tangganya; saling pengertian antara suami dan istri akan membawa - dalam rumah tangganya.

Kebahagiaan yang sehat, berkelanjutan hingga kekal adalah kebahagiaan yang ideal dan dambaan manusia. Kebahagiaan sehat adalah mampu mengatasi tekanan / stres serta kekecewaan dan tidak mengalami kebahagiaan yang berkelebihan ( terlalu bahagia ) juga tidak diakibatkan konsumsi narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif

Kebahagiaan yang sehat bukan sekedar bepergian ke luar negeri, melakukan apa yang jadi hobi, sukses, terluput dari bahaya, menikah dengan orang yang didambakan, cita cita terwujud, mendengarkan musik kesukaan ...... yang membuat seseorang merasa bahagia.

Kebahagiaan yang berlebihan berdasarkan laporan Mirror, Jumat (5/3/2016), bahagia berlebih disebut dapat mendorong tekanan emosional yang ekstrem sehingga melemahkan jantung. Dari 485 pasien, 20 orang lainnya menderita jantung karena bahagia. Dr Jelena Ghadri, dari Rumah Sakit Universitas Zurich di Swiss mengatakan, emosi positif juga memengaruhi jantung."Dokter harus menyadari dan mempertimbangkan tanda-tanda serangan jantung seperti nyeri dada dan sesak napas karena satu peristiwa bahagia," kata Ghadri.
Selain berdampak kepada kesehatan fisik, emosi bahagia yang berkelebihan menurut June Gruber, Ph.D.,dari Yale University, juga berdampak antara lain:
  • membuat seseorang kesulitan menyalurkan kreativitasnya
  • Penilaian diri meroket
  • Kecenderungan melakukan hal hal yang beresiko
  • Ia akan merasa malas untuk mengembangkan diri di tempat kerja. Keinginan untuk berkompetisi dengan rekan kerja lainnya pun berkurang.
Kebahagiaan bukanlah perasaan yang datang dan pergi, tapi itu terus ada. Kebahagiaan bergantung pada cara seseorang menjalani hidup, bukan pada apa yang dia dapatkan. Jadi orang yang mengatakan, ”Saya akan bahagia asalkan saya . . . ” sebenarnya malah tidak akan bahagia.
Kebahagiaan pilihan, keputusan yang lahir dari hati setiap manusia. Dicari, diperjuangkan dan dinikmati dalam kehidupan kita. Arti kebahagiaan bagi setiap orang memang tak selalu sama karena kebahagiaan sering dipersepsikan sebagai ketercapaian atas sesuatu yang kita inginkan, kesuksesan atau kesempurnaan.

Cosmopolitan menuturkan cara menemukan kebahagiaan walau terpuruk adalah:
  1. Bersyukur untuk apa yang telah dimiliki
  2. Jangan stres karena masalah uang, karena ini akan berlangsung selamanya
  3. Lakukan hal yang membuat Anda bahagia
  4. Siapkan asupan makanan untuk beberapa waktu ke depan
  5. Ingatlah, bahwa hal ini hanya sementara
  6. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang suka berpikir
  7. Mengakui kebahagiaan dalam cara lain
Kebahagian yang berkelanjutan dan kekal  / abadi bukanlah hanya dapat menemukan kebahagiaan dalam segala keadaan tetapi tetap berbahagia di alam sesudah kematian. Bahagia dunia dan akhirat.
Beberapa contoh kebahagiaan sehat dan kekekalan, menurut Alkitab:
  1. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya.(Roma 4:7-8) "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."
  2. Berbahagialah orang yang mendapat hikmat. (Amz 3:13) Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, (Amsal 3:14-18) karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya. Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata. Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.
  3. Berbahagialah orang yang diajar Tuhan. (Ayub 5:17) Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.
  4. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. (Amsal 29:18) Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.
  5. Berbahagialah orang yang menderita karena Yesus dan kebenaran. (Matius 5:10-12) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
  6. Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan. (Yakobus 1:12) Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
  7. Berbahagialah orang yang mati dalam Tuhan. (Wahyu 14:13) Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."
Marilah kita arahkan hidup kita menuju kebahagiaan yang sehat hingga kekekalan bukan kepada kebahagiaan yang sementara bahkan yang dapat merusak kehidupan kita. Hanya di dalam Yesus Tuhan kita memperoleh kebahagiaan sejati hingga selama-lamanya.

Share this

Random Posts

Kontak

Pesan untuk admin dapat disampai lewat : ruach.haphazard393@passinbox.com

Label Mobile

biblika (79) budaya (47) dasar iman (88) Dogmatika (72) Hermeneutika (73) karakter (40) Lainnya (89) manajemen (65) pendidikan (58) Resensi buku (9) Sains (53) Sistimatika (71) sospol (63) spritualitas (88) tokoh alkitab (42) Video (9)