-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hidup di Bumi Menjadi Warga Surga

Jumat, 02 Desember 2022 | Desember 02, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2023-06-16T23:29:18Z
Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, Filipi 3:20

Warga / penduduk di Filipi banyak menjadi warga negara Romawi karena telah menjadi bagian Romawi sejak 168 Sebelum Masehi dan menjadi provinsi di Romawi-Makedonia bahkan menjadi miniatur kota Romawi dengan segala peraturan dan ketentuan yang identik dengan kota Roma termasuk hal-hal berpakaian, berbicara, kepercayaan dan perilakunya. Mereka tinggal di Makedonia adalah warga negara Roma sehingga pembaca di kota Filipi dapat mengerti maksud penulis kitab sekalipun berdiam di Filipi, mereka adalah warga Surga.

Orang percaya sekalipun masih tinggal di bumi telah menjadi warga surga karena Iman kepada Yesus yang membenarkan dan menebus hingga nama kita terdaftar dalam buku kehidupan. Telah terdaftar di surga maka dengan penuh sukacita menantikan pengenapan pernyataan Yesus Sang Penyelamat yang sempurna bila tiba waktunya menyelesaikan penugasan di bumi. Surga tempat Maha Tinggi dan Kudus dimana Yesus Tuhan bertahta adalah tempat yang tersedia bagi umat pilihan-Nya.

Sebagai warga surga yang hidup di bumi, memandang hidup di bumi sebagai, antara lain:
  • Seperti kaum pendatang dan orang asing - Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. (Ibrani 11:13)
    Orang beriman terkadang harus mengembara karena tidak ada tempat yang layak untuk didiami (Ibrani 11:38) sebab bisa jadi dunia tidak layak bagi orang beriman. Sebagai warga surga maka perkara duniawi bukanlah sesuatu yang diperjuangkan yang menjadikan soal perut menjadi Tuhan. (Filipi 3:19) Dunia hanyalah sebuah proses perjalanan untuk menetap dalam Surga. Bukankah bumi pintu gerbang kekekalan? Sebagai warga kerajaan surga maka berpikir bahwa berada di bumi hanyalah sesaat saja sebab menantikan dasar yang dibangun oleh TUHAN di tempat yang tidak terguncangkan.
  • Menyampaikan kabar baik- Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. (Lukas 21:26)
    Bumi dan isinya yang dapat diguncang dan terguncang akan menjadi goncang, warga kerajaan surga diharapkan dapat memberikan damai sejahtera ditengah kecemasan yang melanda dunia sebab semakin dekat kedatangan Yesus kedua maka ketakutan akan semakin menjadi fenomena sehari-hari di masyarakat. Warga negara surga di bumi sebisa mungkin menanamkan nilai-nilai kekekalan bagi masyarakat disekitar yang fokus kepada apa yang dapat digoncangkan dengan deklarasikan Kerajaan surga adalah yang tidak dapat digoncangkan meskipun kuasa kegelapan mengerahkan segala kekuatannya.
  • Menjadi utusan - duta dari Kerajaan surga - ”Kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasehati kamu dengan pengantaraan kami: dalam nama Kristus kami meminta kepadamu berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” (2 Korintus 5:20)
    Kristus Yesus sebagai penguasa surga telah menetapkan setiap orang percaya yang menjadi warga kerajaan-Nya menjadi utusan / duta kerajaan surga bagi dunia dimana kita tinggal. Sebagai utusan-Nya maka selama mengerjakan / melaksanakan tugasnya di bumi dilengkapi oleh Kristus Yesus antara lain disertai dan diberi kuasa dari surga saat menjadi utusan di bumi. Misalnya Roh Kudus dengan aneka karunia Ilahi diberikan. (Kisah Para Rasul 1:8) Sebagai utusan-Nya maka setidak-tidaknya menjadi saksi Kristus selama hidup di dunia atau menyampaikan pesan-pesan dari TUHAN baik bersifat tertulis dalam Alkitab atau bersifat khusus, misal bernubuat atau pewahyuan atau karunia kenabian
  • Terlibat Amanat Agung - Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Matius 28:19).
    Melakukan permuridan kepada mereka yang menerima dan percaya pesan-pesan surgawi agar mereka menjadi warga kerajaan surga yang layak sesuai rencana ALLAH bagi kehidupan mereka masing-masing.
Menjadi warga surga yang hidup di bumi juga memiliki panggilan khusus sebagai perwakilan bumi dalam kerajaan surga yaitu menaikkan doa kepada TUHAN di surga untuk penduduk bumi karena memiliki fungsi sebagai imamat rajani. Hal itu dilakukan misal dengan:
  • Melakukan doa Bapa kami dimana kita berseru datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. (Matius 6:10)
  • Mendoakan para pemimpin / penguasa - Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.(1 Timotius 2:1-2)
  • Mendoakan para musuh yang menawan kita dll - Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (Yeremia 29:7)
  • Mendoakan mereka yang menganiaya - Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.(Matius 5:44)
  • Mendoakan mereka yang membuang, melupakan dan mengkhianati - Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka--,(2 Timotius 4:16)
Jika melakukan doa syafaat bagi dunia itu disebabkan karena Yesus telah memberi teladan dan Roh Allah yang memeteraikan kita sebagai warga surga melakukan pekerjaan-Nya dalam kita untuk dunia sekitar. Melakukan itu adalah suatu kewajaran yang sepatutnya bukanlah suatu prestasi yang luar biasa dan TUHAN melalui doa-doa kita mampu mengubah lingkungan sekitar kita menurut cara dan waktu-Nya.

Jika doa sebagai imamat rajani dianggap belum cukup maka sebagai warga surga yang ikut merasakan penderitaan dan korban perlakuan orang duniawi maka dianjurkan untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan ( Rom 12:21 - Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!) Untuk mengalahkan kejahatan maka sangat perlu Roh Allah yang menolong menjadikan kita rajin berbuat baik dalam dimensi roh sebab kebaikan manusiawi sulit mengalahkan kejahatan.

Hidup di bumi tetapi menjadi warga surga menemukan contoh yang sempurna yaitu Yesus Kristus TUHAN sang Firman yang bertahta di surga telah rela menjadi seperti manusia tinggal di bumi dimana DIA sampai mencucurkan darah-Nya bagi semua mannusia yang tinggal di dunia. Sebagai umat-Nya yang menjadi pewaris kerajaan-Nya tidak seperti Yesus sang Raja. Perhatikan Ibrani 12:4 - Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.

Sebagai orang yang telah dicatat dalam kitab kehidupan dan termeterai menerima keselamatan satu hal yang sangat dijaga adalah jangan sampai kasih karunia yang diberikan TUHAN menjadi sia-sia karena tidak berpegang teguh kepada Injil yang telah menyelamatkan.(1 Korintus 15:2 - Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.) Iblis / setan ingin dan berjuang agar hidup kita bergeser dari kasih karunia Allah sebab penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. (Roma 8:8)

Pesan TUHAN untuk kita
Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. (Wahyu 2:10)


×
Berita Terbaru Update