Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Sabtu, 10 April 2021

Berhadapan Dengan Orang Bebal

Seperti anjing kembali ke muntahnya, demikianlah orang bebal yang mengulangi kebodohannya. Amsal 26:11

Teks di atas memberikan gambaran kepada pembaca bahwa orang bebal adalah seorang yang mengulangi kebodohan. Setiap perbuatan bodoh yang disebabkan ketidak-tahuan dan kurangnya pengalaman akan berdampak tidak baik bagi pelaku kebodohan sehingga menjadi pengalaman dan guru yang berharga yang membawa kepada wawasan baru dalam bertindak dan berpikir.

Tindakan kebodohan berdampak antara lain:

  • Mudah dibodohi seperti kena tipu dan masuk jebakan yang dirancang orang lain
  • Cara berpikir dan bertindak berkecendrungan melakukan kesalahan dan menyulitkan mendapatkan kepercayaan orang lain
  • Sulit meraih kebahagiaan apalagi membahagiakan orang lain
  • Sulit mendapatkan pekerjaan yang baik
  • Dapat melakukan tindakan kriminal meski tidak direncanakan
Jika kebodohan yang berdampak buruk mampu menyadarkan seseorang maka orang itu belajar dari ketidaktahuannya dan dari kemiskinan pengalaman hidup, tetapi jika terus melakukan kebodohan yang serupa sehingga mengulang kebodohannya disebut orang bebal.

Kebodohan lebih menyangkut pengetahuan dan pengalaman hidup tapi kebebalan jauh lebih dalam, karena menyangkut mental dan hati nurani. Orang, meski mungkin bodoh, tetapi dapat diharapkan bertindak jujur dan tulus. Berbeda sekali dengan orang bebal, yang menjadikan kebohongan sebagai kebiasaan sehari-hari, dan kemunafikan sebagai sikap yang dihidupi dengan darah-daging yang cenderung diikuti kemalasan serta tidak bertanggung-jawab.

Kebodohan yang tidak diulangi menandakan orang itu berubah menjadi berhikmat sedangkan orang bodoh yang tidak mau berubah dan merasa dirinya lebih pandai dan lebih baik sehingga tidak mau mendengarkan nasihat dan pengalaman yang pernah terjadi adalah kebabalan. Salah satu ciri orang bebal tidak mau dinasehati / suka mengeluh / tidak puas. Nasihat Salomo,Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia. Jika dihindari oleh orang bebal karena nasihat yang diberikan tidak sesuai dengan kebodohannya bukanlah hal yang merugikan sebab "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang."

Karena mengulangi kebodohannya, maka orang bebal tidak tahu mempergunakan waktu yang berharga dengan baik. Waktu tidak dapat diatur ulang. masa hidup kami (rata-rata) tujuh puluh tahun dan jika kami kuat delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru dan kami melayang lenyap (mazmur 90:10). Kita harus senantiasa menjalani kehidupan dengan memperhitungkan betapa singkat dan tidak pastinya hidup ini, serta betapa semakin dekatnya kematian dan kekekalan. Orang bebal tidak menyadari betapa singkatnya umur yang dikaruniakan TUHAN terlindas oleh waktu

Orang bebal akan berusaha mempertahankan pendapatnya sendiri bukan berusaha mencari kebenaran sehingga terbiasa dengan debat kusir. Suatu kebanggaan tersendiri jika selalu menang debat karena memaksakan pendapatnya tanpa disertai argumentasi dan pengertian yang mendalam tentang suatu topik pembicaraan. Bertukar pikiran dan berdiskusi yang sehat sesuatu yang sulit dilakukan.

Bebal tidak selamanya dan identik dengan orang bodoh. Mobit Putro W menyatakan orang bebal sebagian adalah orang yang yang makan sekolahan, baik tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Perguruan tinggi pun bukan saja dari mereka yang tidak atau belum terakreditasi, namun mereka dari perguruan-perguruan tinggi hebat, bahkan kelas dunia. Tidak jarang pula "bebal" itu dimiliki oleh mereka alumni luar negeri. Mengapa orang yang berpendidikan menjadi orang bebal? Misal membuang sampah tidak pada tempatnya atau tidak bersikap dan mengembangkan budaya antri. Diantaranya disebabkan:

  • Salah asuhan atau salah bersosial dalam suatu lingkungan.
    Misal: Orang yang bebal akan mendidik anaknya menjadi bebal pula. Bahkan lebih parah darinya karena ditambahi dengan kepahitan. Cucunya pun akan super duper bebal pula melebihi kebebalan orangtua dan kakek neneknya.
  • Hidup dikuasai iri hati. "Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati"
    Iri hati suatu emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki suatu keunggulan—baik prestasi, kekuasaan, atau lainnya—menginginkan yang tidak dimilikinya itu, atau mengharapkan orang lain yang memilikinya agar kehilangannya. Iri hati dapat menjadikan seseorang jadi bebal tidak dapat diberi nasihat serta gagal melihat kelemahan diri sendiri.
  • Hidup tidak takut akan Tuhan. "Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan."
    Mengabaikan takut akan Tuhan menjadikan antara lain kecerdasan sosial dan emosi tumpul tidak berkembang. Takut akan Tuhan menjadikan seseorang berhikmat atau mengabaikan menjadi orang bodoh dan bebal
  • Hidup tidak mau mengerti kehendak Tuhan. "Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu. Mazmur 92:7"
    Tidak mau tahu dengan kehendak Tuhan dalam hidup sehingga semuanya kesuka-sukanya saja adalah suatu kebebalan.
  • Hidup dalam kecemaran. "Berlaku cemar adalah kegemaran orang bebal, sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai. Amsal 10:23".
    Jika senantiasa melakukan yang cemar, tidak mau bertobat meskipun sudah dinasihati untuk hidup yang benar selayaknya orang yag meninggalkan perbuatan cemar maka orang itu dikatakan orang bebal

Sejumlah ayat Firman Tuhan terhadap orang bebal, diantaranya:

  • Perhatikanlah, hai orang-orang bodoh di antara rakyat! Hai orang-orang bebal, bilakah kamu memakai akal budimu? Mazmur 94:8
  • "Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan? Amsal 1:22
  • Hai orang yang tak berpengalaman, tuntutlah kecerdasan, hai orang bebal, mengertilah dalam hatimu. Amsal 8:5

Wikihow memberikan menyarankan saat harus berhadapan dengan orang bebal dengan dua pilihan, yaitu: mengabaikan atau mengajak komunikasi.

  • Pilihan mengabaikan orang bebal yang dihadapan kita adalah tidak memberi tanggapan/ mengabaikan orang tersebut dengan mengalihkan perhatian sambil menjaga kedamaian dalam keluarga serta bersikap profesional di tempat kerja. Mengabaikan dilakukan dengan bersikap berempati dan menunjukkan sikap yang baik.
  • Pilihan berkomunikasi dapat dilakukan dengan bersikap baik dengan reaksi berdiam diri jika pernyataan tidak masuk akan dan tidak layak ditanggapi. Berikan referensi sambil dengan sopan menolak untuk meenerima usulan / pendapatnya jika salah serta mengetahui kapan harus mengakhiri pembicaraan tersebut. Jika ditindas carilah pertolongan dari orang lain.

Bencu menyatakan orang bebal hanya bisa dibina kalau dia mendapat pencerahan sehingga menyadari masalahnya kemudian bertemu dengan guru yang membinanya dengan sabar. Kebanyakan orang bebal baru bertobat setelah berkali-kali mengalami penderitaan akibat kebebalannya. Sayangnya, pertobatan hanya menyelesaikan separuh masalah. Harus ada guru yang mengajari orang bebal yang bertobat itu untuk melatih dirinya melakukan hal yang benar.

Hal penting membina orang bebal adalah mengubah perilaku bukan sekedar memberi pengetahuan edukasi dan untuk hal itu perlu sosok guru yang dapat memberikan empati dan hikmat sambil dibawa dalam doa kepada TUHAN. Ada upah bila satu orang bertobat dan berubah perilakunya serta surga akan bersukacita.

Tidak selamanya anjing kembali kepada muntahnya jika dilatih dan dibiasanya dengan hal baru, maka orang bebal suatu saat dapat diharapkan tidak kembali mengulang kebodohannya bila ada yang membimbing baik pengalaman hidupnya serta sosok guru yang bijaksana



Tulisan lainnya:
Mencemoohkan Hukum Tuhan
Hati Sumber Kehidupan
Tergesa-gesa Dalam Alkitab
Nasihat Terhadap Kesombongan
Pemikiran Terhadap Free Thinker


Share this

Random Posts

Kontak

Pesan untuk admin dapat disampai lewat : ruach.haphazard393@passinbox.com

Label Mobile

biblika (79) budaya (47) dasar iman (88) Dogmatika (72) Hermeneutika (73) karakter (40) Lainnya (89) manajemen (65) pendidikan (58) Resensi buku (9) Sains (53) Sistimatika (71) sospol (63) spritualitas (88) tokoh alkitab (42) Video (9)