Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Rabu, 24 Agustus 2022

Maksud Adanya Kelaparan

Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, Mazmur 105:16

Teks di atas adalah tulisan pemazmur yang mengigatkan peristiwa masa silam dimana TUHAN mendatangkan kelaparan diseluruh dunia termasuk Mesir dengan menghancurkan persediaan makanan. Persediaan makanan hancur karena makanan sekalipun dijaga tetap memiliki masa pakai jika melewati batas kaduluwarsa. Teknologi saat itu diduga belum mengenal makanan yang dapat diawetkan lebih dari 10 tahun berhubung dengan akan hadirnya masa kekeringan selama tujuh tahun. Raja Mesir melalui mimpi dibimbing Tuhan untuk bersiap menghadapi masa kelaparan. Firaun raja Mesir akhirnya menugaskan Yusuf untuk menangani bencana kelaparan yang akan melanda.

Kelaparan di Mesir zaman Yusuf bukanlah bentuk final dari hukuman Tuhan yang berat-berat yang mengharuskan timbulnya pertobatan masal. Hukuman berat seperti yang tertulis dalam Yehezkiel 14:21 Ya, beginilah firman Tuhan ALLAH: Jauh lebih dari itu, kalau Aku mendatangkan keempat hukuman-Ku yang berat-berat, yaitu pedang, kelaparan, binatang buas dan sampar, atas Yerusalem untuk melenyapkan dari padanya manusia dan binatang! Masa kelaparan dalam peristiwa Mesir tidaklah sampai alami mati kelaparan sebab ada rahmat TUHAN melalui Yusuf orang pilihan-Nya yang dapat menjadikan bencana kelaparan menjadi berkat bagi Firaun.

Dalam kelaparan di Mesir, Tuhan menghancurkan persediaan makanan mengunakan kata שָׁבָֽר - šā·ḇār menurut NAS Exhaustive Concordance berarti : abolish, break, break down, breaking in pieces, breaks, breaks in pieces, bring to the point, broke, broke in pieces, broke the in pieces, broke down, broken, broken down, broken off, brokenhearted*, collapse, crush, crushed, demolished, destroy, fractured, hurt, injured, pieces, placed, quench, shatter, shattered, smash, smashed, tore down, torn. Dari pengertian di atas makan menghancurkan persediaan makanan bukan hanya dalam batas rusaknya bahan makanan tetapi menyerupai terhapus dan atau terhilangnya bahan makanan dari tanah Mesir sesuai dengan mimpi lembu kurus memakan lembu gemuk tetapi lembu itu tetap kurus zaman Yusuf anak Yakub.

Dalam Alkitab Allah telah menetapkan berdasarkan Pengkhotbah 1:9 "Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari." maka peristiwa kelaparan yang meluas zaman Yusuf anak Yakub dapat melanda kembali di dunia. Sebelum zaman itu terjadi maka TUHAN akan memberitahukan peristiwa itu melalui hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apa yang telah diputuskan dalam sidang ilahi disampaikan agar semuanya turut serta dalam melaksanakan keputusan tersebut. Kelaparan yang melanda dunia pastilah disampaikan dalam Sidang Ilahi Bukankah persoalan krisis pangan sering menimpa dunia tetapi dalam catatan sejarah mungkin tidak melanda seluruh dunia dan Alkitab hanya mencatat dalam kitab Wahyu dalam meterai ke empat maka 25% penduduk dunia meninggal termasuk karena kelaparan. (Wahyu 6:8) (Yeh 14:21) Ya, beginilah firman Tuhan ALLAH: Jauh lebih dari itu, kalau Aku mendatangkan keempat hukuman-Ku yang berat-berat, yaitu pedang, kelaparan, binatang buas dan sampar, atas Yerusalem untuk melenyapkan dari padanya manusia dan binatang!

Bencana kelaparan yang melanda 25% dunia sesuatu yang tidak dapat penulis pastikan penghancuran persediaan bahan makanan itu bersifat sesuai proses evolusi atau revolusi. Jika melihat peristiwa air bah masa Nabi Nuh hidup maka peristiwa itu bersifat revolusi dimana air menutupi daratan terjadi dengan cepat diluar estimasi manusia. Banjur Nuh terjadi tiba-tiba tetapi peringatan akan air mengenangi hingga pegunungan yang menyebabkan bahtera Nuh terapung-apung sudah disampaikan sekitar 120 tahun oleh Nuh.

Alkitab memberikan sejumlah contoh tentang orang pilihan Tuhan yang dipelihara saat terjadinya musim kelaparan yang hebat. Misal:
  1. Zaman Abraham, saat kelaparan terjadi di Kanaan, Abraham datang ke Mesir yang tidak dilanda kelaparan. (Kejadian 12:10 "Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.")
  2. Zaman Ishak saat kelaparan disuruh Tuhan menabur benih / bercocok tanam dimana Tuhan mendatangkan keajaiban sebab apa yang ditanam oleh Ishak dapat dipanen dengan melimpah sehingga menjadi kaya karena dapat menjual hasil pertanian melimpah saat kegagalan panen terjadi. Perhatikan Kejadian 26:1 - Maka timbullah kelaparan di negeri itu. --Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.
  3. Zaman Elia saat periode awal kelaparan Tuhan suruh ke sungat Kerit sebelah timur sungai Yordan (1 raja-raja 17:3) Disana Tuhan memelihara Elia melalui burung-burung gagak yang membawa kebutuhan pangan bagi Elia. Saat sungai kering Tuhan menyuruh ke Sarfat daerah Sidon (1 Raja-raja 17:9) Nabi Elia dipelihara Tuhan melewati masa kelaparan sebab hujan bertahun-tahun tidak turun.
  4. *** Pemeliharaan TUHAN terjadi saat umat TUHAN mendengarkan suara dan ketetapan TUHAN dimasa kelaparan. Bandingkan dengan Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; yang saat kelaparan mereka berangkat ke Moab tanpa disuruh TUHAN hingga di Moab hanya Naomi seorang diri yang masih hidup didampingi dua menantunya orang Moab. (Rut 1)
Salah satu orang yang sering mengigatkan untuk bercocok tanam di Indonesia adalah Daud Tony. Hal ini sudah dikhotbah dan dikerjakan olehnya. Kelaparan sesuatu yang tidak diharapkan. Badan Dunia PBB / UN di tahun 2015 mencanangkan target di tahun 2030 dunia terbebas dari bahaya kelaparan. Namun kenyataannya berdasarkan laporan Indeks Kelaparan Global (GHI) yang dikeluarkan oleh Welthungerlife and Concern Worldwide mengindikasikan, "perang melawan kelaparan sudah sangat jauh keluar jalur.” Di tahun 2020, jumlah orang yang tidak mendapatkan nutrisi yang layak meningkat 320 juta menjadi 2,4 miliar orang – hampir sepertiga populasi dunia. Perang Rusia dengan Ukraina tahun 2022 memperparah situasi pangan global. Bercocok tanam adalah solusi ditengah ancaman inflansi harga pangan global. Ketersediaan pangan selain faktor iklim seperti banjir dan kekeringan juga masalah tata ruang - Di Indonesia di atur dengan UU Nomor 26 Tahun 2007 yang diperbaharui dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020

Ancaman kesulitan mendapatkan bahan pangan dari pertanian saat ini melahirkan sejumlah teknologi pertanian seperti teknik sistem pengairan tetes, hidroponik dan rumah kaca dengan teknologi film farming. Perkembangan teknologi peertanian yang tidak mengharuskan adanya ketersediaan tanah memberikan harapan warga yang lahan sempit untuk turut serta terlibat dalam ketahanan pangan, syukur kalau dapat mencukup kebutuhan rumah tangga. Hal ini menjadikan kita harus kembali mempelajari budidaya dan teknologi pertanian yang disesuaikan dengan situasi yang dihadapi.

Teknologi penyimpanan makanan juga hal yang harus diperhatikan jika terjadi masalah pangan secara global agar manusia dapat bertahan hidup. Alkitab menyatakan yang bertahan hidup saat meterai keempat terjadi sebesar 75% penduduk dunia. Hal seperti ketersediaan vacuum sealer yang terjangkau dan tersebar luas secara merata perlu diperhatikan agar masa pakai bahan makanan dapat lebih lama bertahan selain mengurangi bahan makanan yang terbuang sia-sia.

Secara teks dan konteks, maksud peristiwa Tuhan mendatangkan / adanya kelaparan agar supaya mereka tetap mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. (Mazmur 105:45). Hal ini selaras dengan Mazmur 33:18-19 "Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan." Dibalik dalil yang menyatakan kelaparan adalah proses seleksi alam tetapi sesungguhnya ada kasih TUHAN agar manusia tidak binasa karena kelaparan sebab TUHAN ALLAH memberi jalan keluar seperti yang dialami Ishak dan Elia. Yesus saat hidup di bumi - IA menjadi teladan dan Ia sanggup memberi makan lima ribu laki-laki belum termasuk perempuan dan anak-anak bagi mereka yang jadi mendengarkan pengajaran-Nya atau pengikut-Nya.



Tulisan lainnya:
Pemeliharaan Tuhan
Tindakan Yusuf Di Musim Kelaparan
Ancaman Kelaparan Dan Risiko Produksi Pangan Menurun di Akhir Zaman
Hidup Krisis Waktu Resesi
Ishak Diberkati TUHAN
Kendali Harga Pangan


Share this

Random Posts

Kontak

Pesan untuk admin dapat disampai lewat : ruach.haphazard393@passinbox.com

Label Mobile

biblika (79) budaya (47) dasar iman (88) Dogmatika (72) Hermeneutika (73) karakter (40) Lainnya (89) manajemen (65) pendidikan (58) Resensi buku (9) Sains (53) Sistimatika (71) sospol (63) spritualitas (88) tokoh alkitab (42) Video (9)