Abram yang melangkah dengan iman menjawab panggilan TUHAN untuk pergi dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan KU-tunjukkan kepadamu sehingga tiba Abram di tanah Kanaan yaitu Betel lalu dilanjutkan ke Tanah Negeb. Abram kemudian memutuskan tinggal di tanah Negeb dan kejadian yang tidak diperhitungkan Abram adalah hadirnya bencana kelaparan sehingga memutuskan tinggal di Mesir. Mesir dipimpin oleh Firaun yang saat itu sangat menyukai wanita yang cantik sehingga Abram mengatakan bahwa Sarai hanyalah saudaranya saja bukan sebagai istrinya. Hal ini berdampak Abram disambut Firaun dan diberi kambing domba, lembu sapi, keledai, unta dan budak baik laki-laki maupun perempuan agar Sarai dapat menjadi istri Firaun. Hanya karena TUHAN menjaga keutuhan keluarga Abram maka Firaun batal menjadikan Sarai sebagai istrinya dan memerintahkan Abram beserta rombongan untuk kembali ke Negeb.
Menurut catatan di Alkitab terdapat berbagai jenis migrasi. Contohnya antara lain:- Migrasi Keluarga, misal:
- Abraham: Abraham dan keluarganya melakukan perjalanan panjang dari Ur di Kasdim ke Kanaan. Ini adalah contoh migrasi keluarga besar yang melibatkan perpindahan dari satu wilayah ke wilayah lain karena panggilan Tuhan dan untuk mencari tanah yang dijanjikan.
- Yakub: Yakub dan keluarganya pindah dari Kanaan ke Mesir karena kelaparan. Ini adalah contoh migrasi yang disebabkan oleh faktor ekonomi dan lingkungan. - Migrasi Individu, misalnya:
- Yusuf: Yusuf dijual sebagai budak dan dibawa ke Mesir. Ini adalah contoh migrasi paksa yang dialami oleh seorang individu.
- Rut: Rut, seorang perempuan Moab, memilih untuk mengikuti ibu mertuanya, Naomi, dan pindah ke Betlehem. Ini adalah contoh migrasi sukarela yang didorong oleh kasih setia.
- Migrasi Kelompok, misalnya:
- Bangsa Israel: Bangsa Israel keluar dari Mesir dan mengembara di padang gurun selama 40 tahun sebelum akhirnya memasuki tanah Kanaan. Ini adalah contoh migrasi yang melibatkan seluruh bangsa.
- Orang-orang Yahudi: Setelah pembuangan ke Babilonia, sebagian orang Yahudi kembali ke Yerusalem. Ini adalah contoh migrasi kembali ke tanah air. - Migrasi karena Penganiayaan, misalnya:
- Nabi Elia: Nabi Elia melarikan diri dari kejaran Ratu Izebel dan berpindah tempat untuk menyelamatkan nyawanya. Ini adalah contoh migrasi karena penganiayaan.
- Umat Kristen Mula-Mula: Umat Kristen mula-mula tersebar ke berbagai wilayah karena penganiayaan di Yerusalem. Ini adalah contoh migrasi yang disebabkan oleh faktor agama. - Migrasi untuk Penyebaran Injil seperti Rasul Paulus yang melakukan perjalanan misi yang luas ke berbagai wilayah untuk memberitakan Injil. Ini adalah contoh migrasi yang bertujuan untuk menyebarkan agama.
Kisah tokoh dalam Alkitab yang melakukan perjalanan jauh terkadang bukan karena faktor tugas dari Tuhan melainkan muncul kekaguman terhadap orang yang disertai TUHAN Berikut seperti Ratu Syeba melakukan perjalanan jauh dari kerajaannya ke Yerusalem untuk mendengar tentang hikmat Salomo. Perjalanan ini didorong oleh rasa ingin tahu dan ketertarikannya pada Salomo. Sesuatu yang memikat dapat menyebabkan seseorang melakukan perjalanan yang jauh.
Catatan-catatan migrasi dalam Alkitab ini memberikan gambaran tentang berbagai alasan yang mendorong manusia untuk berpindah tempat. Migrasi adalah bagian penting dari sejarah manusia dan Alkitab mencatat berbagai contohnya untuk memberikan pelajaran dan pemahaman tentang perpindahan penduduk yang biasanya memiliki hubungan dengan mendapatkan kehidupan yang layak selain karena adanya panggilan TUHAN secara khusus atau kegiatan misi penyebaran Kabar Baik.
Migrasi telah menjadi bagian dari budaya manusia sejak zaman purba. Alkitab mencatat bahwa TUHAN pun ingin manusia menyebar dan memenuhi setiap wilayah di bumi (Kejadian 1:28; 11:7-8) Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain, baik dalam satu wilayah maupun antar negara. Migrasi yang dikenal manusia dikelompokkan menjadi seperti di antaranya:
- Migrasi Berdasarkan Wilayah
- Migrasi Nasional (Internal): Perpindahan penduduk dalam satu negara, misalnya dari desa ke kota (urbanisasi), dari kota ke desa (ruralisasi), atau antar pulau (transmigrasi).
- Migrasi Internasional (Eksternal): Perpindahan penduduk antar negara, misalnya imigrasi (masuk ke negara lain) dan emigrasi (keluar dari negara asal). - Migrasi Berdasarkan Sifat:
- Migrasi Permanen: Perpindahan penduduk untuk menetap di tempat baru dalam jangka waktu yang lama atau selamanya.
- Migrasi Sementara (Non-Permanen): Perpindahan penduduk untuk sementara waktu, misalnya untuk bekerja, belajar, atau berwisata. - Migrasi Berdasarkan Alasan:
- Migrasi Ekonomi: Perpindahan penduduk untuk mencari pekerjaan, peluang usaha, atau penghasilan yang lebih baik.
- Migrasi Sosial: Perpindahan penduduk karena faktor sosial, seperti konflik, peperangan, diskriminasi, atau penganiayaan.
- Migrasi Lingkungan: Perpindahan penduduk karena faktor lingkungan, seperti bencana alam, perubahan iklim, atau kerusakan lingkungan. - Istilah Jenis-jenis Migrasi:
- Urbanisasi: Perpindahan penduduk dari desa ke kota.
- Ruralisasi: Perpindahan penduduk dari kota ke desa.
- Transmigrasi: Perpindahan penduduk dari daerah padat ke daerah yang kurang padat lazimnya antar pulau.
- Imigrasi: Perpindahan penduduk dari negara lain ke suatu negara.
- Emigrasi: Perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain.
- Remigrasi: Kembalinya imigran ke negara asalnya.
- Repatriasi: Pemulangan pengungsi atau tawanan perang ke negara asalnya.
A. Faktor yang muncul dari pribadi yang memutuskan melakukan pindah tempat tinggal diantaranya disebabkan oleh:
- "Impian Lingkungan yang Lebih Baik" maka tujuannya mencari lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung serta tinggal di daerah dengan kualitas udara, air, dan alam yang lebih baik.
- "Impian Kesempatan Karir dan Pendidikan" maka tujuannya adalah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik atau peluang karir yang lebih menjanjikan serta akses ke institusi pendidikan yang lebih berkualitas untuk diri sendiri atau keluarga.
- "Impian Kualitas Hidup yang Lebih Tinggi" maka tujuannya tinggal di tempat dengan fasilitas umum yang lebih baik, seperti transportasi, kesehatan, dan rekreasi serta menikmati standar hidup yang lebih tinggi dengan biaya hidup yang sesuai.
- "Impian Kedekatan dengan Keluarga dan Teman" maka tujuannya pindah lebih dekat dengan keluarga atau teman untuk mempererat hubungan sosial serta membangun jaringan sosial baru di lokasi yang baru.
- "impian Perubahan Gaya Hidup" maka tujuannya mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat atau lebih sesuai dengan nilai-nilai pribadi serta tinggal di daerah dengan budaya, iklim, atau aktivitas yang lebih sesuai dengan minat dan hobi.
- "Impian Keamanan dan Stabilitas" maka tujuannya mencari tempat tinggal yang lebih stabil secara politik dan ekonomi serta menghindari daerah yang rawan bencana alam atau konflik.
- "Impian Investasi dan Masa Depan" maka tujuannya membeli properti sebagai investasi jangka panjang serta merencanakan masa depan yang lebih baik untuk diri sendiri dan keluarga.
- "Impian Pengalaman Baru dan Petualangan" maka tujuannya mengeksplorasi tempat baru, budaya baru, dan pengalaman hidup yang berbeda serta menantang diri sendiri untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
- "Impian Kesehatan dan Kesejahteraan" maka tujuannya mencari tempat dengan akses yang lebih baik ke layanan kesehatan dan fasilitas kebugaran serta menghindari stres atau tekanan yang mungkin dialami di lokasi sebelumnya.
- "Impian Kebebasan dan Kemerdekaan" maka tujuannya mencari kebebasan dari rutinitas atau lingkungan yang membosankan serta menemukan tempat di mana seseorang dapat merasa lebih mandiri dan merdeka.
Dalam memutuskan untuk pindah lokasi kediaman adalah keputusan besar yang memerlukan pertimbangan matang. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan diantaranya adalah:
- Tujuan dan Alasan Pindah seperti, "Apakah pindah untuk pekerjaan, pendidikan, keluarga, atau sekadar perubahan lingkungan?". Pastikan alasan pindah cukup kuat dan realistis.
- Biaya Hidup seperti, "perbandingan biaya hidup di lokasi baru dengan lokasi saat ini, termasuk harga properti, transportasi, makanan, dan utilitas". Siapkan anggaran untuk biaya pindah, seperti sewa truk, biaya packing, dan biaya tak terduga.
- Lingkungan dan Fasilitas yaitu; "Cek tingkat keamanan lingkungan baru, pastikan akses ke fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan transportasi umum juga kondisi lingkungan seperti kebersihan, kebisingan, dan kualitas udara.
- Karir dan Pendidikan yaitu; Pastikan ada peluang kerja yang sesuai dengan bidang Anda serta jika Anda memiliki anak, pastikan ada sekolah yang berkualitas.
- Kondisi Perumahan seperti; "Tentukan apakah Anda akan menyewa atau membeli rumah, periksa kondisi fisik rumah atau apartemen, termasuk sistem listrik, air, dan sanitasi juga pilih lokasi yang dekat dengan tempat kerja, sekolah, atau fasilitas penting lainnya.
- Transportasi yaitu; Akses transportasi misal ketersediaan dan kualitas transportasi umum juga pertimbangkan jarak dan waktu tempuh ke tempat kerja atau sekolah.
- Kondisi Sosial dan Budaya seperti; mengenali komunitas dan budaya setempat dan pastikan ada jaringan dukungan sosial, seperti keluarga atau teman, di lokasi baru.
- Kesehatan dan Kesejahteraan, yaitu: Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan apotek juga ketersediaan fasilitas rekreasi seperti taman, gym, atau pusat kebugaran.
- Peraturan dan Kebijakan Setempat, seperti: peraturan setempat terkait perumahan, pajak, dan lain-lain juga izin tinggal terutama pindah ke luar negeri, pastikan Anda memiliki visa dan izin tinggal yang sah.
- Persiapan Mental dan Emosional, seperti: beradaptasi dengan lingkungan baru dan dukungan keluarga melalui diskusikan rencana pindah dengan keluarga dan pastikan mereka siap.
- Dokumentasi dan Administrasi, seperti: update alamat di dokumen penting seperti KTP, SIM, dan rekening bank juga transfer layanan dengan pindahkan layanan seperti listrik, air, internet, dan langganan lainnya.
- Rencana Kontingensi, seperti: Siapkan rencana cadangan jika ada hal yang tidak berjalan sesuai rencana dan juga siapkan dana darurat untuk mengatasi situasi tak terduga.
B. Faktor eksternal sehingga memutuskan melakukan pindah tempat tinggal diantaranya disebabkan oleh adanya usaha yang menarik seseorang dari tempat jauh pindah di lokasi yang diharapkan. Hal ini lazimnya mempertimbangkan sejumlah tindakan yang bersifat kebijakan strategis, diantaranya:
- Identifikasi Daya Tarik Lokasi:
- Potensi Ekonomi: Apakah lokasi tersebut menawarkan peluang kerja, investasi, atau bisnis yang menjanjikan?
- Kualitas Hidup: Bagaimana kualitas hidup di lokasi tersebut? Apakah ada fasilitas pendidikan, kesehatan, hiburan, dan infrastruktur yang memadai?
- Lingkungan dan Alam: Apakah lokasi tersebut memiliki lingkungan yang asri, udara bersih, pemandangan indah, atau potensi wisata yang menarik?
- Budaya dan Masyarakat: Bagaimana kehidupan sosial dan budaya di lokasi tersebut? Apakah masyarakatnya ramah, terbuka, dan memiliki nilai-nilai yang positif? - Promosikan Daya Tarik Lokasi:
- Kampanye Pemasaran: Buat kampanye pemasaran yang efektif melalui berbagai saluran media, seperti media sosial, website, iklan online, dan media konvensional. Tonjolkan keunggulan dan daya tarik lokasi tersebut.
- Konten Menarik: Buat konten yang menarik dan informatif tentang lokasi tersebut, seperti artikel, blog, foto, video, atau podcast. Bagikan cerita sukses orang-orang yang telah pindah dan menetap di lokasi tersebut.
- Event dan Kegiatan: Selenggarakan event atau kegiatan yang menarik dan relevan dengan target audiens, seperti festival, pameran, konferensi, atau workshop. Undang orang-orang dari jauh untuk hadir dan merasakan langsung dan potensi lokasi tersebut. - Fasilitasi Proses Perpindahan:
- Informasi Lengkap: Sediakan informasi lengkap dan mudah diakses tentang lokasi tersebut, seperti biaya hidup, harga properti, fasilitas umum, layanan transportasi.
- Bantuan dan Dukungan: Berikan bantuan dan dukungan kepada orang-orang yang tertarik untuk pindah, seperti pendampingan, atau bantuan fasilitas publik.
- Komunitas Pendatang: Bentuk komunitas pendatang yang solid dan aktif. Fasilitasi interaksi dan komunikasi antar pendatang, serta interaksi mereka dengan masyarakat lokal. - Ciptakan Lingkungan yang Mendukung:
- Infrastruktur Memadai: Pastikan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, air bersih, sanitasi, dan telekomunikasi tersedia dan berfungsi dengan baik.
- Fasilitas Umum Lengkap: Sediakan fasilitas umum yang lengkap dan berkualitas, seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, taman, dan ruang publik.
- Keamanan dan Kenyamanan: Ciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif untuk ditempati. Tingkatkan keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan. - Libatkan Stakeholder:
- Pemerintah Daerah: Libatkan pemerintah daerah dalam perencanaan dan рelaksanaan program menyambut pendatang. Sinergikan program-program pemerintah dengan kegiatan masyarakat dan sektor swasta.
- Sektor Swasta: Ajak sektor swasta untuk berpartisipasi dalam menyediakan lapangan kerja, dan layanan yang dibutuhkan oleh pendatang.
- Masyarakat Lokal: Libatkan masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan dan kegiatan program. Bangun komunikasi yang baik antara pendatang dan masyarakat lokal.
Usaha yang dilakukan agar hadir orang dari tempat yang jauh berkunjung dan atau menetap di lokasi tertentu dirancangkan dengan tujuan tertentu. Tujuan dari kegiatan mempengaruhi seseorang untuk menetap di lokasi tertentu tergantung pada pihak yang berkepentingan, diantaranya adalah:
- Bagi Pemerintah Daerah atau Pengembang:
- Pertumbuhan Ekonomi: Menarik orang untuk menetap dapat meningkatkan populasi, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi, investasi, dan aktivitas bisnis.
- Pengembangan Wilayah Regional: Meningkatkan jumlah penduduk dapat membantu mengembangkan wilayah tersebut, baik dari segi infrastruktur, fasilitas umum, maupun potensi sumber daya manusia.
- Peningkatan PAD: Semakin banyak orang yang tinggal dan bekerja di suatu daerah, semakin besar potensi pendapatan asli daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi.
- Keseimbangan Demografi: Menarik kelompok usia tertentu dapat membantu menyeimbangkan struktur demografi wilayah tersebut. - Bagi Sektor Swasta (Perusahaan, Investor):
- Tenaga Kerja: Menarik orang untuk menetap dapat memastikan ketersediaan tenaga kerja yang cukup dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan industri atau bisnis.
- Pasar Potensial: Semakin banyak orang yang tinggal di suatu wilayah, semakin besar pasar potensial bagi produk atau jasa yang ditawarkan.
- Investasi: Meningkatnya populasi dan aktivitas ekonomi dapat menarik investor untuk menanamkan modal di wilayah tersebut. - Bagi Individu atau Keluarga:
- Peluang Lebih Baik: Orang mungkin tertarik untuk pindah ke lokasi yang menawarkan peluang kerja, pendidikan, atau bisnis yang lebih baik.
- Kualitas Hidup: Faktor-faktor seperti lingkungan yang lebih baik, fasilitas umum yang lengkap, atau biaya hidup yang lebih terjangkau dapat menjadi daya tarik.
- Keamanan dan Kenyamanan: Lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif untuk ditempati dapat menjadi alasan untuk pindah dan menetap.
- Komunitas: Adanya komunitas yang sesuai dengan minat atau nilai-nilai mereka juga dapat menjadi faktor penentu. - Tujuan dari Kegiatan secara umumnya adalah:
- Saling Menguntungkan: Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat, baik pemerintah daerah, sektor swasta, maupun individu atau keluarga yang pindah.
- Pembangunan Berkelanjutan: Dengan kedatangan orang untuk menetap, diharapkan dapat tercipta pembangunan yang berkelanjutan, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
- Penting untuk diingat bahwa kegiatan mempengaruhi seseorang untuk menetap harus dilakukan secara etis dan transparan. Informasi yang diberikan harus akurat dan tidak menyesatkan. Selain itu, perlu juga dipastikan bahwa hak-hak dan kepentingan orang yang pindah terlindungi.
Memutuskan lokasi tempat tinggal adalah keputusan penting yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan faktor-faktor tahap kehidupan seseorang seperti kelompok anak muda, orang dewasa, dan yang sudah cukup berumur. Persamaan dan perbedaan dalam memutuskan lokasi tempat tinggal bagi setiap tahapan usia diantaranya:
- Persamaan diantara tahapan kehidupan berdasarkan umur terdiri atas:
- Kebutuhan Dasar seperti keamanan, akses ke fasilitas yang dibutuhkan, biaya hidup.
- Kualitas Lingkungan seperti kebersihan dan kesehatan bagi semua kelompok usia, kualitas udara dan air.
- Dukungan Sosial seperti jaringan sosial yaitu keberadaan keluarga, teman atau komunitas serta interaksi sosial yang ada. - Perbedaan diantara tahapan kehidupan berdasarkan umur terdiri atas:
A. Anak Muda (Remaja hingga Awal 20-an):
- Pendidikan: Lokasi dekat dengan institusi pendidikan atau tempat kursus.
- Karir Awal: Dekat dengan peluang magang, pekerjaan paruh waktu, atau pusat industri.
- Hiburan dan Sosialisasi: Lingkungan yang menawarkan banyak aktivitas sosial dan hiburan.
- Fleksibilitas: Lebih terbuka untuk pindah ke lokasi baru atau bahkan ke luar negeri untuk pengalaman baru.
B. Orang Dewasa (30-an hingga 50-an):
- Stabilitas Karir: Lokasi yang dekat dengan tempat kerja atau memiliki peluang karir yang baik.
- Keluarga: Lingkungan yang ramah keluarga, dengan akses ke sekolah yang baik dan fasilitas rekreasi untuk anak-anak.
- Investasi Properti: Pertimbangan untuk membeli rumah sebagai investasi jangka panjang.
- Keseimbangan Hidup: Lingkungan yang menawarkan keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi.
C. Orang Yang Sudah Cukup Berumur (60-an ke atas):
- Kesehatan: Lokasi dekat dengan fasilitas kesehatan dan layanan medis.
- Kenyamanan: Lingkungan yang tenang dan nyaman, dengan akses mudah ke fasilitas sehari-hari.
- Keamanan Finansial: Biaya hidup yang terjangkau dan stabil, dengan pertimbangan pensiun.
- Dukungan Sosial: Keberadaan keluarga atau komunitas yang bisa memberikan dukungan sosial dan emosional.
- Aksesibilitas: Lingkungan yang mudah diakses, dengan transportasi yang nyaman dan fasilitas yang dekat.
Migrasi sering terjadi di kalangan anak muda dan dewasa muda yang disebabkan harus lebih banyak mengambil sikap untuk memilih lokasi tempat tinggal yang baru dibandingkan kelompok usia lainnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan tahap kehidupan, prioritas, dan fleksibilitas yang dimiliki oleh kelompok usia ini. Alasan mengapa anak muda dan dewasa muda lebih aktif dalam mempertimbangkan dan melakukan migrasi diantaranya:
- Mencari Peluang Pendidikan:
- Pendidikan Tinggi: Banyak anak muda pindah ke kota atau negara lain untuk mengakses universitas atau institusi pendidikan yang lebih baik.
- Program Beasiswa: Kesempatan untuk mendapatkan beasiswa di luar negeri atau di kota besar mendorong mereka untuk pindah.
- Pengembangan Keterampilan: Mereka mencari lokasi yang menawarkan pelatihan atau kursus khusus untuk meningkatkan keterampilan profesional. - Mengejar Peluang Karir:
- Pasar Kerja yang Lebih Besar: Kota besar atau negara maju menawarkan lebih banyak peluang kerja, terutama di bidang teknologi, keuangan, atau kreatif.
- Karir Global: Banyak anak muda bermigrasi ke negara lain untuk bekerja di perusahaan multinasional atau startup yang menawarkan pengalaman internasional.
- Gaji yang Lebih Tinggi: Mereka sering mencari lokasi dengan upah yang lebih kompetitif untuk meningkatkan pendapatan. - Fleksibilitas dan Adaptabilitas:
- Tidak Terikat: Anak muda dan dewasa muda umumnya belum memiliki tanggung jawab besar seperti keluarga atau properti, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk pindah.
- Mudah Beradaptasi: Mereka cenderung lebih terbuka terhadap perubahan, termasuk budaya baru, bahasa, dan lingkungan.
- Semangat Petualangan: Rasa ingin tahu dan keinginan untuk menjelajahi tempat baru sering menjadi motivasi utama. - Meningkatkan Kualitas Hidup:
- Fasilitas dan Infrastruktur: Mereka mencari lokasi dengan fasilitas modern, seperti transportasi umum, internet cepat, dan pusat hiburan.
- Lingkungan yang Dinamis: Kota besar atau negara maju menawarkan gaya hidup yang lebih dinamis dan beragam, sesuai dengan preferensi anak muda.
- Akses ke Teknologi: Lokasi dengan perkembangan teknologi yang pesat menarik minat generasi muda. - Networking dan Pengembangan Diri:
- Membangun Jaringan: Anak muda sering pindah ke kota atau negara yang menawarkan kesempatan untuk bertemu dengan profesional dan pemikir berpengaruh.
- Komunitas yang Beragam: Mereka mencari lingkungan yang memiliki komunitas internasional atau kelompok dengan minat yang sama.
- Pengalaman Internasional: Banyak yang ingin menambah pengalaman hidup dengan tinggal di luar negeri. - Escape dari Lingkungan yang Tidak Mendukung:
- Lingkungan yang Terbatas: Beberapa anak muda merasa bahwa lingkungan asal mereka tidak mendukung ambisi atau gaya hidup mereka.
- Mencari Kebebasan: Mereka ingin lepas dari tekanan sosial atau budaya yang mungkin membatasi potensi mereka.
- Kondisi Ekonomi: Jika peluang ekonomi di daerah asal terbatas, mereka cenderung mencari lokasi yang lebih menjanjikan. - Dampak Globalisasi dan Teknologi:
- Akses Informasi: Kemudahan akses informasi melalui internet membuat anak muda lebih sadar akan peluang di luar daerah atau negara mereka.
- Budaya Global: Mereka terpapar budaya global melalui media sosial dan platform digital, yang mendorong keinginan untuk tinggal di tempat yang lebih "global".
- Remote Work: Banyak anak muda memanfaatkan pekerjaan remote untuk tinggal di lokasi yang mereka inginkan, tanpa terikat pada satu tempat. - Faktor Usia dan Energi:
- Energi dan Semangat: Anak muda dan dewasa muda memiliki energi dan semangat yang tinggi untuk menghadapi tantangan baru.
- Masa Depan yang Panjang: Mereka memandang migrasi sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan mereka. - Perbandingan dengan Kelompok Usia Lain:
- Orang Dewasa (40-an ke atas): Cenderung lebih stabil dan mungkin enggan pindah karena sudah memiliki keluarga, properti, atau karir yang mapan.
- Lansia: Biasanya lebih memilih untuk tinggal di tempat yang sudah familiar atau dekat dengan keluarga.
Beberapa hari sebelum tulisan ini dibuat, ramai diberitakan tagar #KaburAjaDulu Viral, yang membicarakan melakukan migrasi ke luar negeri. Ketika seseorang memutuskan untuk menetap di negara lain, dapat dipastikan ada daya tarik kuat yang yang menjadi pertimbangan utama. Contoh:
- Peluang Karir dan Ekonomi, seperti:
- Peluang Kerja: Negara dengan ekonomi kuat dan lapangan kerja yang luas, seperti Amerika Serikat, Jerman, atau Singapura, menarik banyak profesional.
- Gaji yang Lebih Tinggi: Beberapa negara menawarkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan negara asal.
- Kewirausahaan: Lingkungan bisnis yang mendukung dan regulasi yang menguntungkan bagi wirausaha. - Kualitas Hidup, seperti:
- Standar Hidup yang Tinggi: Negara-negara seperti Swiss, Norwegia, dan Kanada dikenal dengan standar hidup yang tinggi.
- Lingkungan yang Aman: Tingkat kejahatan yang rendah dan stabilitas politik.
- Kualitas Udara dan Air: Lingkungan yang bersih dan sehat. - Pendidikan, seperti:
- Institusi Pendidikan Berkualitas: Negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia memiliki universitas ternama.
- Beasiswa dan Bantuan Finansial: Kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. - Kesehatan dan Kesejahteraan, seperti:
- Sistem Kesehatan yang Baik: Negara-negara seperti Jepang dan Jerman memiliki sistem kesehatan yang sangat baik.
- Harapan Hidup yang Tinggi: Akses ke layanan kesehatan yang berkualitas meningkatkan harapan hidup. - Kebebasan dan Hak Asasi Manusia, seperti:
- Kebebasan Berpendapat: Negara-negara yang menjunjung tinggi kebebasan berbicara dan berekspresi.
- Hak Asasi Manusia: Perlindungan terhadap hak asasi manusia dan kesetaraan. - Iklim dan Lingkungan Alam, seperti:
- Iklim yang Menyenangkan: Negara dengan iklim yang nyaman, seperti Spanyol atau Australia.
- Keindahan Alam: Lingkungan alam yang indah, seperti Selandia Baru atau Kanada. - Budaya dan Gaya Hidup, seperti:
- Keanekaragaman Budaya: Negara dengan budaya yang kaya dan beragam, seperti Prancis atau Italia.
- Gaya Hidup yang Diinginkan: Gaya hidup yang santai atau dinamis, tergantung preferensi pribadi. - Keluarga dan Jaringan Sosial, seperti:
- Kedekatan dengan Keluarga: Memiliki keluarga atau teman yang sudah tinggal di negara tersebut.
- Komunitas Ekspatriat: Adanya komunitas ekspatriat yang memberikan dukungan sosial. - Stabilitas Politik dan Ekonomi, seperti:
- Stabilitas Politik: Negara dengan pemerintahan yang stabil dan korupsi yang rendah.
- Ekonomi yang Stabil: Negara dengan ekonomi yang kuat dan stabil. - Kesempatan untuk Kewarganegaraan, seperti:
- Program Imigrasi yang Menguntungkan: Negara dengan program imigrasi yang menarik, seperti Kanada atau Australia.
- Kewarganegaraan Ganda: Kemungkinan untuk memiliki kewarganegaraan ganda. - Teknologi dan Infrastruktur, seperti:
- Infrastruktur Modern: Negara dengan infrastruktur transportasi, komunikasi, dan teknologi yang canggih.
- Inovasi dan Teknologi: Lingkungan yang mendukung inovasi dan perkembangan teknologi. - Bahasa, seperti:
- Bahasa yang Dikuasai: Negara di mana bahasa resminya sudah dikuasai atau mudah dipelajari.
- Kesempatan Belajar Bahasa Baru: Kesempatan untuk belajar dan menguasai bahasa baru.
Situasi yang mendukung kabur aja dulu bersifat kompleks tetapi secara mikro sangat terkait dengan lapangan kerja secara formal dan juga tentang upah kerja yang berlaku saat ini berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh kementerian terkait. Hal lain yang mungkin diabaikan adalah "Deindustrialisasi prematur di Indonesia" yaitu kondisi ketika sektor manufaktur menurun sebelum mencapai potensi penuh. Hal ini menyebabkan Indonesia beralih dari negara agraris ke ekonomi jasa tanpa mencapai puncak manufaktur. Hal ini disebabkan antara lain:
- Fokus pada pengolahan mineral, seperti nikel, mengorbankan sektor manufaktur.
- Infrastruktur yang tidak mendukung industri, seperti jalan tol dengan biaya tinggi.
- Terlena oleh buaian harga komoditas.
- Produktivitas pekerja menurun, meski upah terus naik.
- Biaya logistik yang tinggi.
- Aturan dan regulasi yang kompleks
Dampak deindustrialisasi prematur di Indonesia maka terjadi ketidakpastian memilih mau bertumpu menjadi negara kembali fokusnya ke pertanian, menjadi negara industri atau bergerak ke sektor jasa. Hal yang terjadi akibat deindustrialisasi diantaranya:
- Banyak tenaga kerja beralih ke sektor jasa.
- Indonesia menghadapi masalah produksi yang tidak terarah dan terlalu bervariasi.
- Indonesia bergantung pada impor dari negara tetangga untuk memenuhi kebutuhan domestiknya.
- Daya saing produk dalam negeri terancam.
- Mengurangi kesempatan kerja di sektor yang padat karya seperti tekstil dan garmen.
Dari pihak pemerintah yang diwakili Menteri Perindustrian RI, Agus sering menepis isu deindustrialisasi prematur yang sering disoroti oleh pengamat di Indonesia tetapi tagar kabur aja dulu adalah realitas yang terjadi saat ini.
Berdasarkan catatan BP2MI 2024, terdapat 297.434 pekerja Indonesia yang masuk tenaga kerja baru di seluruh dunia. Angka ini naik 0,11% dari tahun 2023 yang berjumlah 297.108 pekerja dengan rincian dari 24 negara favorit mencari kerja orang Indonesia adalah:
Data Tenaga Kerja Indonesia Tercatat di Luar Negeri 2024
Hong Kong: 99.773 pekerja | Taiwan: 84.581 pekerja | Malaysia: 51.723 pekerja |
Jepang: 12.720 pekerja | Singapura: 10.819 pekerja | Korea Selatan: 10.750 pekerja |
Arab Saudi: 7.759 pekerja | Italia: 3.535 pekerja | Brunei Darussalam: 3.183 pekerja |
Turki: 2.630 pekerja | Polandia: 1.320 pekerja | Uni Emirat Arab: 1.244 pekerja |
Zambia: 857 pekerja | Qatar 783 pekerja | Kuwait: 640 pekerja |
Maladewa: 591 pekerja | Papua Nugini: 456 pekerja | Hungaria: 427 pekerja |
Slovakia: 404 pekerja | Rumania: 377 pekerja | Pulau Solomon: 223 pekerja |
Bulgaria: 192 pekerja | Dominika: 191 pekerja | Bahrain: 89 pekerja |
House maid (asisten rumah tangga): 100.096 pekerja | Caregiver (pengasuh): 52.029 pekerja |
Worker (pekerja umum): 22.527 pekerja | Plantation worker (pekerja perkebunan): 20.665 pekerja |
Domestic worker (pekerja rumah tangga): 10.714 pekerja | Construction worker (pekerja konstruksi): 8.699 pekerja |
Operation production (operator produksi): 8.443 pekerja | Manufacturing worker (pekerja manufaktur): 6.700 pekerja |
Housekeeper and family cook (pengurus rumah tangga dan juru masak keluarga): 4.728 pekerja | Fisherman (nelayan): 4.135 pekerja |
Elderly Caretaker (pengasuh lansia): 3.833 pekerja | Baby Sister (Pengasuh bayi): 3.675 pekerja |
Pendidikan Tenaga Kerja Indonesia Tercatat di Luar Negeri 2024
SD: 69.421 Pekerja | SMP: 91.542 Pekerja | SMA / SMK: 128.480 Pekerja |
Diploma: 4.505 Pekerja | Sarjana: 3.421 Pekerja | Pasca Sarjana: 65 Pekerja |
Berdasarkan komposisi pendidikan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri dominan latar belakang pendidikan SMA/SMK sederajat atau lebih rendah maka sangat sedikit yang berprofesi sebagai dosen atau peneliti atau manajer atau tenaga ahli lainnya yang upahnya jauh lebih tinggi dibandingkan lulusan dari SMK/SMA sederajat. Pada tahun 2023, devisa negara dari Pekerja Migran Indonesia mencapai Rp230,81 triliun atau lebih dari 10 persen dari jumlah cadangan devisa di Bank Indonesia. Abdul Kadir Karding mengatakan lulusan SMA/SMK di Korea gajinya bisa Rp18 juta-Rp23 juta di berbagai sektor, kalau perawat di Eropa di atas Rp20 juta. Di Kanada dengan sertifikat khusus bisa Rp59 juta-Rp80 juta. Devisa dari pekerja migran Indonesia di luar negeri kedua terbesar setelah minyak dan gas
Migrasi sering dianggap sebagai cara praktis untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak karena beberapa alasan mendasar yang berkaitan dengan peluang, kualitas hidup, dan stabilitas. Migrasi adalah bentuk "Escape dari Kondisi yang Tidak Menguntungkan" seperti:
- Konflik dan Perang: Migrasi sering menjadi solusi bagi mereka yang melarikan diri dari konflik, perang, atau kekerasan.
- Bencana Alam: Orang-orang dari daerah rawan bencana mungkin migrasi untuk mencari tempat tinggal yang lebih aman.
- Kemiskinan dan Ketidaksetaraan: Migrasi dapat menjadi jalan keluar dari kemiskinan atau ketidaksetaraan ekonomi di negara asal.
Banyak contoh pekerjaan yang dihargai dan bergaji besar di negara-negara maju, tapi diremehkan di negara miskin atau yang hore-hore seperti:
- Semua yang berkaitan dengan teknikal hands-on skill, termasuk ; tukang bangunan, tukang kebun, tukang pipa dan urusan sedot wc, tukang pemadam kebakaran, tukang sampah, dll.
- Pekerjaan yang berkaitan jasa; tukang masak dan pelayan restoran, terapis pijat, guru TK dan jasa titip anak balita, perawat panti jompo, dll.
Di negara maju profesi tersebut bukanlah yang bergaji terbesar, tapi sangat lebih dari cukup jika dibandingkan dengan kebanyakan gaji kelas menengah di negara miskin.
Migrasi agar hidup layak juga terjadi di kalangan tunawisma Amerika Serikat misalnya mereka yang putus asa dengan hidup dalam lingkaran kemiskinan terkadang dengan modal nekad pergi ke Los Angeles agar dapat berharap menikmati program "Housing First" karena pemerintah daerah Los Angeles memberikan "anggaran" yang relatif besar dibandingkan daerah lainnya di Amerika Serikat selain bermimpi dapat penghasilan lebih baik.
Tuhan telah menetapkan manusia untuk taklukan bumi saat manusia diciptakan TUHAN. Seluruh bulatan bumi harus ditaklukan oleh manusia sehingga di daerah tertentu terkadang memeerlukan profesi yang dianggap rendah namun diperlukan sebab manusia harus mengerjakan pekerjaan yang sangat beragam bentuknya agar bumi dapat ditaklukkan sehingga manusia dapat memelihara bumi dengan segenap isinya dengan baik dan bertanggungjawab.
Dalam konteks Perjanjian Lama, manusia bukan hanya ditugaskan soal amanat budaya saja tetapi juga dalam bidang spiritual sehingga TUHAN mengutus YUNUS ke Niniwe atau Salomo mendirikan Bait Allah agar ada orang dari negeri jauh datang ke bait Allah (Perhatikan 1 Raja-raja 8:41) Banyak orang dari seluruh dunia datang ke berziarah ke Yerusalem di zaman Salomo karena beberapa alasan:
- Kemuliaan Tuhan yang Terkenal: Salomo menyadari bahwa kemuliaan dan ketenaran Tuhan tidak hanya terbatas pada bangsa Israel, tetapi juga akan tersebar ke bangsa-bangsa lain. Ia percaya bahwa orang-orang dari negeri jauh akan mendengar tentang kebesaran Tuhan dan terdorong untuk datang ke bait Allah sebagai tempat di mana mereka dapat menyembah dan mencari Tuhan.
- Bait Allah sebagai Rumah Doa untuk Segala Bangsa: Salomo memahami bahwa bait Allah bukan hanya tempat ibadah bagi bangsa Israel, tetapi juga harus menjadi rumah doa bagi segala bangsa. Ia berharap bahwa orang-orang dari berbagai bangsa akan datang ke bait Allah untuk berdoa dan mencari Tuhan, dan Tuhan akan mendengarkan doa mereka.
- Penggenapan Janji Tuhan kepada Abraham: Jauh sebelumnya, Tuhan telah berjanji kepada Abraham bahwa melalui keturunannya, semua bangsa di bumi akan diberkati. Salomo melihat bahwa kedatangan orang-orang dari negeri jauh ke bait Allah adalah bagian dari penggenapan janji Tuhan ini.
- Kerinduan Salomo akan Keselamatan Segala Bangsa: Salomo tidak hanya memikirkan keselamatan bangsa Israel, tetapi juga memiliki kerinduan yang besar agar semua bangsa di bumi mengenal dan menyembah Tuhan yang benar. Ia berharap bahwa bait Allah akan menjadi tempat di mana orang-orang dari berbagai bangsa dapat menemukan jalan keselamatan dari Tuhan.
Untuk melakukan migrasi saat ini baik dalam skala lokal maupun internasional, memerlukan persiapan yang matang dan modal yang cukup. Modal untuk melakukan migrasi saat ini antara lain:
- Modal Finansial (Uang):
- Biaya Perjalanan: Tiket transportasi (pesawat, kereta, bus, dll.) ke lokasi baru.
- Biaya Akomodasi Awal: Sewa tempat tinggal, deposit, atau biaya membeli properti.
- Biaya Hidup Awal: Dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (makanan, transportasi, utilitas) selama menyesuaikan diri.
- Biaya Administrasi: Biaya visa, izin tinggal, atau dokumen resmi lainnya.
- Dana Darurat: Cadangan uang untuk situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau masalah kesehatan. - Modal Pengetahuan dan Informasi:
- Penelitian Lokasi: Memahami kondisi lokasi baru, seperti biaya hidup, budaya, iklim, dan peraturan setempat.
- Informasi Legal: Mengetahui persyaratan visa, izin kerja, atau kewarganegaraan di negara tujuan.
- Bahasa: Kemampuan berbahasa lokal atau setidaknya bahasa internasional (seperti Inggris) untuk memudahkan komunikasi.
- Pengetahuan tentang Pasar Kerja: Mengetahui peluang kerja, gaji rata-rata, dan persaingan di lokasi baru. - Modal Keterampilan dan Pendidikan:
- Keterampilan Profesional: Memiliki keahlian yang dibutuhkan di pasar kerja lokasi baru, seperti keterampilan teknis, manajerial, atau kreatif.
- Sertifikasi atau Lisensi: Beberapa pekerjaan memerlukan sertifikasi khusus yang diakui di negara tujuan.
- Kemampuan Adaptasi: Keterampilan untuk beradaptasi dengan budaya, lingkungan, dan sistem yang baru. - Modal Sosial dan Jaringan:
- Dukungan Keluarga atau Teman: Memiliki keluarga atau teman di lokasi baru dapat membantu proses adaptasi.
- Jaringan Profesional: Memiliki kontak atau jaringan di lokasi baru dapat membuka peluang kerja atau bisnis.
- Komunitas Ekspatriat: Bergabung dengan komunitas ekspatriat atau kelompok budaya yang sama dapat memberikan dukungan sosial. - Modal Kesehatan:
- Kondisi Fisik dan Mental: Memastikan diri dalam kondisi sehat untuk menghadapi tantangan migrasi.
- Asuransi Kesehatan: Memiliki asuransi kesehatan yang berlaku di lokasi baru untuk mengantisipasi masalah medis.
- Akses ke Layanan Kesehatan: Mengetahui lokasi fasilitas kesehatan terdekat dan cara mengaksesnya. - Modal Psikologis dan Mental:
- Kesiapan Mental: Migrasi bisa menimbulkan stres, jadi penting untuk mempersiapkan diri secara mental.
- Kemampuan Mengatasi Stres: Keterampilan untuk menghadapi tantangan seperti kesepian, budaya shock, atau tekanan kerja.
- Optimisme dan Motivasi: Memiliki sikap positif dan motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan migrasi. - Modal Logistik dan Perencanaan:
- Rencana Jangka Panjang dan Pendek: Memiliki tujuan jelas, seperti berapa lama akan tinggal, apa yang ingin dicapai, dan rencana cadangan jika terjadi kegagalan.
- Pengaturan Barang Bawaan: Memutuskan apa yang akan dibawa, dijual, atau disimpan di lokasi asal.
- Transportasi dan Akomodasi: Merencanakan cara mencapai lokasi baru dan tempat tinggal sementara atau permanen. - Modal Legal dan Administratif:
- Dokumen Resmi: Memastikan semua dokumen penting (paspor, visa, akta kelahiran, ijazah, dll.) lengkap dan valid.
- Izin Tinggal atau Kerja: Memahami dan memenuhi persyaratan hukum untuk tinggal atau bekerja di lokasi baru.
- Perpajakan: Memahami sistem perpajakan di lokasi baru dan kewajiban yang harus dipenuhi. - Modal Budaya dan Adaptasi:
- Pengetahuan Budaya: Memahami norma, adat, dan kebiasaan di lokasi baru untuk menghindari kesalahpahaman.
- Keterbukaan terhadap Perbedaan: Bersikap terbuka dan menghormati budaya baru.
- Kemampuan Berkomunikasi: Mempelajari bahasa lokal atau setidaknya frasa-frasa dasar untuk memudahkan interaksi. - Modal Teknologi:
- Akses ke Teknologi: Memiliki perangkat seperti laptop, smartphone, dan akses internet untuk tetap terhubung dan mencari informasi.
- Keterampilan Digital: Kemampuan menggunakan platform digital untuk mencari pekerjaan, berkomunikasi, atau mengurus administrasi. - Modal Waktu:
- Waktu untuk Persiapan: Migrasi membutuhkan waktu untuk merencanakan, mengumpulkan dokumen, dan mempersiapkan diri.
- Waktu Adaptasi: Memberi diri waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, termasuk mencari pekerjaan atau membangun jaringan sosial.
Tunawisma dan anak muda serta dewasa muda dengan aktivitas migrasi demi hidup yang layak sesuatu yang mengoda untuk dilakukan terutama jika ada harapan di tempat lain memungkinkan impian dapat terwujud. Manusia sejak diciptakan TUHAN mengembang misi untuk memenuhi seluruh tempat di bumi sehingga keinginan melakukan perpindahan bagi manusia adalah sifat yang tidak lekang oleh waktu terutama anak muda. Alkitab pun menyadari bahwa setiap manusia dapat hidup diantara bangsa-bangsa di bumi karena itu selain menetap di antara langsa-bangsa untuk mendapatkan peluang lebih baik agar menikmati hidup yang layak, Yesus berpesan untuk ikut serta terlibat jadikan semua bangsa sebagai murid Yesus dan dimana pun kita berada TUHAN YESUS Hadir dan menyertai hingga akhir zaman.
- Tulisan lainnya di werua blog:
- Perjalanan Abram dari Betel Ke Mesir
- Dampak Hadirnya Kemuliaan TUHAN
- TUHAN Tempat Pengungsian
- Kisah Hidup Rut
- Hidup Di Bumi Menjadi Warga Surga
- Latihan Rohani Menuju Kesalehan
- Bekerja Untuk Mendiami Hunian Layak
- Dunia Tidak Layak bagi Orang Beriman
- Yusuf Model Perjuangan Tunawisma
- TUHAN Berdaulat terhadap Manusia